DN.com – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp667 triliun untuk tahun anggaran mendatang. Dikutip Minggu (2/8/2026).
Dana tersebut dibutuhkan guna mendukung berbagai program strategis, mulai dari modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), peningkatan kesiapan tempur, hingga penguatan sumber daya manusia dan infrastruktur pertahanan.
Kemenhan menjelaskan, besarnya kebutuhan anggaran tersebut sejalan dengan agenda pembangunan kekuatan pertahanan nasional jangka panjang untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.
Namun, usulan tersebut belum dapat dipenuhi sepenuhnya. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan pagu anggaran indikatif Kementerian Pertahanan sebesar Rp139 triliun, jauh lebih rendah dari nilai yang diajukan.
Pemerintah menilai alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dibagi secara proporsional ke berbagai sektor prioritas, seperti pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, serta program perlindungan sosial.
Karena itu, setiap kementerian dan lembaga diminta menyesuaikan rencana kerjanya dengan kemampuan fiskal negara.
Selisih yang cukup besar antara kebutuhan dan pagu anggaran tersebut mencerminkan tantangan pemerintah dalam menyeimbangkan kebutuhan sektor pertahanan dengan kondisi keuangan negara.
Meski demikian, Kementerian Pertahanan memastikan program-program prioritas tetap akan dijalankan secara bertahap dengan mengutamakan kebutuhan yang paling mendesak.
Pemerintah juga membuka peluang evaluasi dan penyesuaian anggaran pada tahapan berikutnya agar target pembangunan kekuatan pertahanan nasional tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas fiskal.***
Penulis : Redaksi