Qodari Kaget Indonesia Impor Batu Bara dari AS, Ternyata untuk Kebutuhan Industri Baja

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M. Qodari.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M. Qodari.

 

DN.com – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), M. Qodari, mengaku terkejut setelah mengetahui adanya impor batu bara dari Amerika Serikat (AS), meski Indonesia selama ini dikenal sebagai eksportir batu bara terbesar di dunia.

Qodari mengatakan informasi tersebut baru diketahuinya setelah membaca pemberitaan di surat kabar. Jum’at  (10/7/2026).

“Saya tadi mau ke sini baca koran, terkejut saya baca Indonesia impor batu bara dari Amerika Serikat,” ujar Qodari dalam Bisnis Indonesia Forum bertema Reindustrialisasi Indonesia di Jakarta.

Meski demikian, ia mengaku belum memastikan kebenaran informasi tersebut. Namun, jika benar, kondisi itu dinilai cukup memprihatinkan.

Baca Juga:  Perangi Korupsi, Wamenag Tegaskan, Integritas Menjalankan Tugas Transparansi Anggaran Demi Kepentingan Publik

“Nah ini kan celaka bukan 13 lagi ya, celaka 19. Indonesia jual ke Singapura, Singapura jual ke Amerika, Amerika jual ke Indonesia,” katanya.

Qodari menegaskan Presiden Prabowo Subianto terus mendorong kebijakan hilirisasi agar sumber daya alam Indonesia tidak lagi diekspor dalam bentuk bahan mentah, melainkan diolah di dalam negeri sehingga memiliki nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan kapasitas industri nasional, dan memperkuat penguasaan teknologi.

“Komitmen ini benar-benar bukan sekadar pidato, tetapi langkah nyata dari Bapak Presiden,” ujarnya, pada Rabu (8/7/2026).

Di sisi lain, Indonesia Mining Association (IMA) menjelaskan bahwa batu bara yang diimpor dari Amerika Serikat bukan untuk bahan bakar pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), melainkan batu bara metalurgi yang menjadi bahan baku industri baja.

Baca Juga:  Sempat Viral Dimedia Sosial, Oknum Anggota Polri Modus Penerimaan Polri Rp 900 Juta, Akhirnya Dipecat PTDH

Batu bara jenis ini digunakan untuk menghasilkan kokas yang berfungsi sebagai sumber panas sekaligus material pereduksi dalam proses pengolahan bijih besi di tungku sembur.

Berdasarkan data Badan Administrasi Informasi Energi Amerika Serikat (EIA), ekspor batu bara AS ke Indonesia pada kuartal I 2026 meningkat 158,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

IMA menyebut lonjakan impor tersebut dipicu meningkatnya kebutuhan batu bara metalurgi seiring berkembangnya program hilirisasi mineral, pembangunan smelter, serta meningkatnya permintaan baja nasional.

Baca Juga:  Wamenag Tegaskan Pemindahan Wewenang Haji Selesai Tahun Ini

Sementara itu, produksi batu bara Indonesia hingga kini masih didominasi batu bara termal berkalori rendah hingga menengah yang umumnya digunakan untuk PLTU dan industri semen, sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan batu bara metalurgi dalam negeri.

Data IMA mencatat nilai impor batu bara dari Amerika Serikat mencapai sekitar 198,7 juta dolar AS atau setara Rp3,57 triliun (asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS).

Meski berstatus sebagai produsen batu bara terbesar di dunia, Indonesia masih mengandalkan impor batu bara metalurgi untuk mendukung pengembangan industri baja, smelter, dan sektor manufaktur nasional.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang
Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih
Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara
KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:32 WIB

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara

Berita Terbaru