Guru Besar UI Usul Program MBG Dikelola Sekolah, Dinilai Lebih Efisien dan Minim Risiko Korupsi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 18:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Prof. Anhar Gonggong.

Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Prof. Anhar Gonggong.

 

DN.com – Guru Besar Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia, Prof. Anhar Gonggong, mengusulkan agar pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diserahkan langsung kepada sekolah.

Menurutnya, skema tersebut lebih sederhana, tepat sasaran, serta dapat meminimalkan potensi penyimpangan anggaran, Kamis (9/7/2026).

Usulan itu disampaikan di tengah evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan MBG menyusul munculnya berbagai persoalan, mulai dari dugaan korupsi, kualitas makanan, hingga tata kelola dapur umum yang masih terus dibenahi.

Baca Juga:  Kejagung Ungkap Dugaan Korupsi MBG Sebabkan Pemborosan Rp10,5 Triliun, Minta Praperadilan Lodewyk Ditolak

“Saya sejak awal menyarankan, kembalikan saja ke sekolah,” kata Prof. Anhar, dikutip dari kanal YouTube Anhar Gonggong Official, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, sekolah merupakan lembaga yang paling memahami kebutuhan peserta didik sekaligus memiliki mekanisme pengawasan yang lebih sederhana dibandingkan sistem pengadaan yang melibatkan banyak pihak.

Ia menilai kepala sekolah dapat diberikan kewenangan penuh dalam mengelola program tersebut.

Dengan demikian, tanggung jawab menjadi lebih jelas apabila terjadi persoalan dalam pelaksanaannya.

Baca Juga:  Harga BBM Pertamina Hari Ini 12 Agustus 2026: Pertamax Turbo Turun Rp1.000

Selain itu, Prof. Anhar mengusulkan agar sekolah memanfaatkan lahan yang dimiliki untuk menanam cabai, sayuran, dan berbagai tanaman pangan lain guna mendukung kebutuhan bahan baku MBG.

Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi siswa melalui praktik pertanian sederhana.

“Kalau itu dilakukan, sebagian kebutuhan tidak perlu dibeli dari luar. Yang dibeli hanya yang memang tidak bisa diproduksi di sekolah,” ujarnya.

Baca Juga:  Program MBG Disalurkan Hanya Hari Sekolah, Pemerintah Targetkan Hemat Rp20 Triliun

Ia menilai pengelolaan MBG berbasis sekolah akan membuat penggunaan anggaran lebih efisien sekaligus mempersempit peluang praktik mark-up harga maupun penyimpangan dalam rantai pengadaan.

Sebagai informasi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mulai dijalankan secara bertahap sejak 2025 di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh
Daftar Bansos Kini Cukup Pakai NIK KTP, Pemerintah Percepat Verifikasi Penerima
Empat Pelajar Diduga Terlibat Pengeroyokan di Garut Diamankan Resmob Polda Jabar
KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terkait Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon
Uji Aturan IKN, Tiga Pemohon Minta MK Tegaskan Status Nusantara sebagai Ibu Kota Negara
27.099 Manajer Kopdes Merah Putih Teken Surat Penawaran, 1.051 Dilaporkan Mundur
Kapolri Mutasi 19 Kapolda, Irjen Hengki Resmi Gantikan Pipit Rismanto di Jabar

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Daftar Bansos Kini Cukup Pakai NIK KTP, Pemerintah Percepat Verifikasi Penerima

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Empat Pelajar Diduga Terlibat Pengeroyokan di Garut Diamankan Resmob Polda Jabar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Uji Aturan IKN, Tiga Pemohon Minta MK Tegaskan Status Nusantara sebagai Ibu Kota Negara

Berita Terbaru