Di Balik Rusaknya Jalan Sugio–Lamongan: Tambal Sulam Gagal, Warga Jadi Korban

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 22:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi ruas Jalan Raya Sugio-Lamongan kian memprihatinkan. Jalur vital yang menghubungkan pusat Kabupaten Lamongan dengan Kecamatan Sugio, Kedungpring hingga perbatasan Tuban.

Kondisi ruas Jalan Raya Sugio-Lamongan kian memprihatinkan. Jalur vital yang menghubungkan pusat Kabupaten Lamongan dengan Kecamatan Sugio, Kedungpring hingga perbatasan Tuban.

DN.com Lamongan – Kondisi ruas Jalan Raya Sugio-Lamongan kian memprihatinkan. Jalur vital yang menghubungkan pusat Kabupaten Lamongan dengan Kecamatan Sugio, Kedungpring hingga perbatasan Tuban dan Jombang ini kini berubah menjadi lintasan berbahaya penuh lubang.

Kerusakan terjadi di sejumlah titik dengan kondisi yang tergolong parah. Aspal mengelupas, permukaan jalan tidak rata, hingga lubang besar menganga yang kerap tertutup genangan air saat hujan.

Situasi ini memicu keluhan keras dari pengguna jalan, mulai dari pengendara motor, mobil pribadi, hingga sopir truk pengangkut hasil pertanian. Senin (15/6/2026).

Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya terdapat 12 titik kerusakan berat sepanjang kurang lebih 7 kilometer.

Titik-titik tersebut tersebar di wilayah Desa Sumberaji, Sekarbagus, Siwalanrejo, hingga Sumberagung.

Selain itu, minimnya lampu penerangan jalan semakin menambah kengerian, terutama saat malam hari.

Kondisi jalan raya Sugio- Lamongan, juga minim lampu penerangan jalan semakin menambah kengerian, terutama saat malam hari. Risiko kecelakaan pun terus membayangi para pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua yang seolah harus bertaruh nyawa setiap kali melintas.

Risiko kecelakaan pun terus membayangi para pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua yang seolah harus bertaruh nyawa setiap kali melintas.

Baca Juga:  Gubernur Jawa Barat Perluas Moratorium Izin Perumahan di 27 Kabupaten/Kota

Diameter lubang bervariasi antara 50 hingga 120 sentimeter dengan kedalaman mencapai 30 sentimeter cukup untuk membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Keluhan masyarakat memuncak pada Jumat, 12 Juni 2026, sejak pagi hingga sore hari. Warga menyebut kerusakan mulai memburuk sejak awal musim hujan Oktober 2025 dan hingga kini belum mendapat penanganan maksimal.

Beberapa titik paling rawan berada di Dusun Mbulak (Desa Sumberaji), Dusun Gampang dan Wonosari (Desa Sekarbagus), area pintu masuk Desa Siwalanrejo, serta jalur persawahan antara Sukodadi–Sugio.

Kerusakan diduga dipicu oleh tingginya beban kendaraan berat yang melintas setiap hari, ditambah buruknya sistem drainase yang menyebabkan air merembes ke struktur tanah di bawah aspal.

Tambalan yang dilakukan sebelumnya pun dinilai hanya bersifat sementara dan tidak bertahan lama.

Akibatnya, pengguna jalan terpaksa melaju sangat pelan, saling menghindari lubang, dan meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari.

Baca Juga:  Kabar Terkini Lebaran 2025, Kendaraan di Jalur Selatan Nagreg Arah Tasikmalaya Padat Merayap 

Insiden kecelakaan ringan seperti pengendara motor terjatuh hingga ban pecah pun kerap terjadi.

“Kalau malam lubang tidak kelihatan jelas, risikonya besar. Saya sudah dua kali bocor ban di sini,” ujar Deny (32), pengemudi ojek daring yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Hal senada disampaikan Aman (45), pedagang hasil tani. Ia mengaku kerusakan jalan berdampak langsung pada biaya operasional.

“Servis kendaraan jadi lebih sering, pengiriman juga terlambat karena harus ekstra hati-hati,” katanya.

Sementara itu, Sami’an, warga Dusun Babatan, Desa Sekarbagus, mengaku harus mempertaruhkan keselamatan setiap hari saat berangkat kerja. Ia berharap pemerintah segera turun tangan sebelum jatuh korban lebih banyak.

Sejauh ini, perbaikan yang dilakukan masih sebatas tambalan aspal yang hanya bertahan satu hingga dua minggu sebelum kembali rusak.

Baca Juga:  Enam Terdakwa Korupsi Proyek Pengerukan Tanjung Perak Divonis 4 Tahun Penjara

Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang menuntut perbaikan total, bahkan mengusulkan pembangunan jalan beton agar lebih tahan lama.

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Kabupaten Lamongan menyatakan bahwa ruas jalan tersebut telah masuk dalam prioritas Program Jamula (Jalan Mantap dan Alus Lamongan) tahun 2026.

Program ini disebut memiliki alokasi anggaran sebesar Rp100 miliar untuk rekonstruksi 56 ruas jalan, termasuk jalur Sugio–Lamongan yang dijadwalkan mulai dikerjakan pada pertengahan Juli mendatang.

Sementara menunggu realisasi perbaikan, pihak kepolisian dari Polsek Sugio dan Sukodadi terus melakukan pengaturan lalu lintas, terutama saat hujan dan malam hari, guna meminimalisir risiko kecelakaan.

Namun bagi masyarakat, janji saja tidak cukup. Jalan Sugio–Lamongan bukan sekadar akses penghubung, melainkan urat nadi ekonomi daerah.

Tanpa perbaikan nyata, kerusakan ini bukan hanya menghambat mobilitas, tetapi juga mengancam keselamatan dan kesejahteraan warga.

 

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Subowo

Berita Terkait

Terlibat Pelanggaran Berat, Tiga Personel Polresta Bandung Dipecat Tidak Hormat
Kasus Kekerasan Seksual di Cileunyi P21, Taufik Hidayat Dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Bandung
Berkas Taufik Hidayat Dinyatakan P-21, Polda Jabar Siap Limpahkan Tersangka ke Kejari Kabupaten Bandung
Jelang Pilkades, Camat Tanjungsiang Rano Tekankan Netralitas dan Integritas Panitia
Pilkades Gardusayang, Delapan Bacalon Resmi Mendaftar, Satu Nama Segera Menyusul 
Camat Cisalak Pimpin Rapat Minggon Triwulanan, Bahas Pilkades Serentak, Kesehatan hingga Ketahanan Pangan
Pemprov Jabar Ambil Alih Jembatan Gantung Margacinta Pangandaran, Pembangunan Permanen Ditargetkan 2027
Lansia di Cisompet Ditemukan Meninggal, Polisi Amankan Seorang Pria

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:15 WIB

Terlibat Pelanggaran Berat, Tiga Personel Polresta Bandung Dipecat Tidak Hormat

Rabu, 9 September 2026 - 15:07 WIB

Kasus Kekerasan Seksual di Cileunyi P21, Taufik Hidayat Dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Bandung

Rabu, 9 September 2026 - 14:47 WIB

Berkas Taufik Hidayat Dinyatakan P-21, Polda Jabar Siap Limpahkan Tersangka ke Kejari Kabupaten Bandung

Jumat, 4 September 2026 - 13:02 WIB

Jelang Pilkades, Camat Tanjungsiang Rano Tekankan Netralitas dan Integritas Panitia

Jumat, 4 September 2026 - 12:45 WIB

Pilkades Gardusayang, Delapan Bacalon Resmi Mendaftar, Satu Nama Segera Menyusul 

Berita Terbaru