Bahlil: CNG Pengganti LPG 3 Kg Lebih Murah, Potensi Hemat Subsidi hingga Rp30 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah berencana menggandeng PT Pindad untuk memproduksi tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg.

Pemerintah berencana menggandeng PT Pindad untuk memproduksi tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg.

 

DN.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan gas alam terkompresi atau Compressed Natural Gas (CNG) yang diproyeksikan menggantikan LPG 3 kilogram (kg) memiliki harga 30 hingga 40 persen lebih murah dibandingkan LPG bersubsidi.

Menurut Bahlil, penggunaan CNG berpotensi menghemat anggaran subsidi energi hingga Rp27 triliun sampai Rp30 triliun per tahun.

Baca Juga:  Menkeu Purbaya Siapkan Rp20 Triliun untuk Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan Masyarakat Miskin

“Harganya lebih murah 30 sampai 40 persen daripada LPG. Dengan kondisi subsidi LPG saat ini sekitar Rp86 triliun hingga Rp90 triliun, maka efisiensi yang bisa dilakukan mencapai sekitar Rp27 triliun sampai Rp30 triliun,” ujar Bahlil, pada Senin (6/7/2026).

Ia menambahkan, anggaran yang berhasil dihemat nantinya dapat dialokasikan untuk mendukung program pembangunan di sektor lain.

Baca Juga:  Bupati Bekasi Terjaring Ijon Proyek: Rp 14,2 Miliar Menguap dalam Setahun

Saat ini, pemerintah masih menjalankan uji coba tahap ketiga terhadap penggunaan CNG dalam tabung berkapasitas 3 kg.

Uji coba tersebut difokuskan pada penyesuaian tekanan gas CNG yang berada di kisaran 200–250 bar agar aman dan sesuai digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

“Kalau uji coba tahap ketiga berhasil, insyaallah baru bisa kita implementasikan,” kata Bahlil.

Baca Juga:  BGN Ancam SPPG yang Tolak Produk UMKM dan Petani Lokal untuk MBG 

Ia memperkirakan proses uji coba dapat rampung pada Juli 2026. Setelah itu, pemerintah akan mengumumkan hasilnya sekaligus memutuskan apakah CNG 3 kg siap digunakan masyarakat secara luas.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan CNG mulai digunakan pada Agustus 2026, Bahlil belum memberikan kepastian.

“Kita doakan saja lebih cepat lebih baik,” ujarnya singkat.***

Berita Terkait

Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh
Daftar Bansos Kini Cukup Pakai NIK KTP, Pemerintah Percepat Verifikasi Penerima
Empat Pelajar Diduga Terlibat Pengeroyokan di Garut Diamankan Resmob Polda Jabar
KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terkait Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon
Uji Aturan IKN, Tiga Pemohon Minta MK Tegaskan Status Nusantara sebagai Ibu Kota Negara
27.099 Manajer Kopdes Merah Putih Teken Surat Penawaran, 1.051 Dilaporkan Mundur
Kapolri Mutasi 19 Kapolda, Irjen Hengki Resmi Gantikan Pipit Rismanto di Jabar

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Daftar Bansos Kini Cukup Pakai NIK KTP, Pemerintah Percepat Verifikasi Penerima

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Empat Pelajar Diduga Terlibat Pengeroyokan di Garut Diamankan Resmob Polda Jabar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Uji Aturan IKN, Tiga Pemohon Minta MK Tegaskan Status Nusantara sebagai Ibu Kota Negara

Berita Terbaru