DN.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memulai tahap awal pengadaan tabung Compressed Natural Gas (CNG) Merah Putih 3 kilogram dengan mendatangkan prototipe tabung dari China. Dikutip Kamis (2/7/2026).
Langkah ini menjadi bagian dari persiapan pemerintah dalam mendorong transisi penggunaan energi dari LPG ke CNG untuk sektor rumah tangga.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan sekitar 15 unit tabung CNG akan menjalani pengujian teknis pada Juli 2026 sebelum nantinya diedarkan secara luas kepada masyarakat.
Baca Juga:
Komisi II Hormati Putusan MK, Pilkada Tetap Dipilih Langsung oleh Rakyat
Terbongkar! Sindikat Lowongan Kerja Palsu di Jabar Raup Rp801 Juta, Otaknya Kabur ke Kamboja
“Jadi bulan Juli ini sedang dibuat prototipe untuk diuji. Belasan lah, mungkin sekitar 15 unit. Saat ini masih dari China,” ujar Laode.
Gunakan Teknologi Tabung Tipe 4
Tabung CNG yang didatangkan dari China menggunakan teknologi Tipe 4 berbahan material komposit.
Teknologi ini dipilih karena menghasilkan tabung yang jauh lebih ringan dibandingkan tabung berbahan logam konvensional, sehingga lebih mudah digunakan oleh masyarakat.
Baca Juga:
Pemkab Sumedang Verifikasi Status Lahan Sebelum Tertibkan PKL dan Bangunan Liar
Pemerintah Siapkan CNG 3 Kg Pengganti LPG Subsidi, Ini 3 Fakta Penting yang Perlu Diketahui
Blunder Ao Tanaka Jadi Petaka, Jepang Tersingkir Dramatis Usai Dikalahkan Brasil
Laode menjelaskan, perkembangan teknologi tabung gas terbagi menjadi empat tipe. Tipe 1 menggunakan material logam sepenuhnya.
Tipe 2 mulai memadukan material yang lebih ringan, Tipe 3 lebih ringan dibanding pendahulunya namun masih cukup berat, sedangkan Tipe 4 menggunakan material komposit yang jauh lebih ringan.
Menurutnya, pemerintah ingin memastikan tabung pengganti LPG tetap nyaman digunakan oleh masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.
“Material tabung ini sudah sampai ke Tipe 4. Kita ingin membuat tabung yang lebih ringan agar masyarakat tidak merasa penggantinya lebih berat,” jelasnya.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Buka Jalan Guru Belajar di Inggris, 10 Siswa Maung Dapat Beasiswa Kuliah Penuh
Diuji di Lemigas
Setelah tiba di Indonesia, prototipe tabung CNG akan menjalani serangkaian pengujian di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
Pengujian meliputi uji tekanan tabung, uji keamanan katup (valve), serta evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan.
Pemerintah menegaskan aspek keamanan menjadi prioritas utama sebelum tabung tersebut dipasarkan.
“Kita uji di Lemigas. Yang paling penting adalah keamanan valve dan tabungnya. Setelah satu tahap lagi, mudah-mudahan sudah bisa diimplementasikan dan diedarkan tahun ini,” kata Laode.
Harga Setara LPG 3 Kg
Pemerintah juga berencana menetapkan harga jual CNG Merah Putih 3 kilogram setara dengan harga LPG 3 kilogram bersubsidi.
Kebijakan tersebut diharapkan tidak membebani masyarakat dalam proses peralihan penggunaan energi.
Berdasarkan simulasi pemerintah, meskipun harga jual kepada masyarakat tetap sama, beban subsidi negara diperkirakan dapat ditekan hingga sekitar 30 persen.
“Harganya disamakan. Dengan simulasi tersebut, subsidi negara bisa turun sampai sekitar 30 persen,” ujarnya.
Buka Peluang Produksi Dalam Negeri
Meski tahap awal masih mengandalkan impor dari China, pemerintah membuka peluang bagi investor untuk membangun fasilitas produksi tabung CNG di Indonesia apabila kebutuhan dalam negeri meningkat secara signifikan.
Menurut Laode, meningkatnya permintaan domestik akan memberikan posisi tawar yang lebih kuat bagi Indonesia untuk mendorong investasi manufaktur tabung CNG di dalam negeri.
“Ada peluang untuk itu. Kalau jumlahnya sudah masif, kita punya daya tawar untuk meminta mereka membangun pabrik di Indonesia,” pungkasnya.***
Penulis : Redaksi






