Pemerintah Uji Coba Tabung CNG Merah Putih 3 Kg dari China, Harga Disamakan dengan LPG Subsidi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption Foto:  Ilustrasi tabung CNG Merah Putih 3 kilogram yang tengah disiapkan Kementerian ESDM sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg bersubsidi. Program ini ditargetkan memanfaatkan gas bumi domestik, mengurangi impor LPG, serta menekan beban subsidi energi dengan harga yang direncanakan tetap setara LPG 3 kg.

Caption Foto: Ilustrasi tabung CNG Merah Putih 3 kilogram yang tengah disiapkan Kementerian ESDM sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg bersubsidi. Program ini ditargetkan memanfaatkan gas bumi domestik, mengurangi impor LPG, serta menekan beban subsidi energi dengan harga yang direncanakan tetap setara LPG 3 kg.

 

DN.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan memulai tahap awal pengadaan tabung Compressed Natural Gas (CNG) Merah Putih 3 kilogram dengan mendatangkan prototipe tabung dari China. Dikutip Kamis (2/7/2026).

Langkah ini menjadi bagian dari persiapan pemerintah dalam mendorong transisi penggunaan energi dari LPG ke CNG untuk sektor rumah tangga.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan sekitar 15 unit tabung CNG akan menjalani pengujian teknis pada Juli 2026 sebelum nantinya diedarkan secara luas kepada masyarakat.

“Jadi bulan Juli ini sedang dibuat prototipe untuk diuji. Belasan lah, mungkin sekitar 15 unit. Saat ini masih dari China,” ujar Laode.

Gunakan Teknologi Tabung Tipe 4

Baca Juga:  Transparansi BUMDes Disorot, Warga Diminta Aktif Awasi dan Laporkan Dugaan Penyimpangan

Tabung CNG yang didatangkan dari China menggunakan teknologi Tipe 4 berbahan material komposit.

Teknologi ini dipilih karena menghasilkan tabung yang jauh lebih ringan dibandingkan tabung berbahan logam konvensional, sehingga lebih mudah digunakan oleh masyarakat.

Laode menjelaskan, perkembangan teknologi tabung gas terbagi menjadi empat tipe. Tipe 1 menggunakan material logam sepenuhnya.

Tipe 2 mulai memadukan material yang lebih ringan, Tipe 3 lebih ringan dibanding pendahulunya namun masih cukup berat, sedangkan Tipe 4 menggunakan material komposit yang jauh lebih ringan.

Menurutnya, pemerintah ingin memastikan tabung pengganti LPG tetap nyaman digunakan oleh masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.

“Material tabung ini sudah sampai ke Tipe 4. Kita ingin membuat tabung yang lebih ringan agar masyarakat tidak merasa penggantinya lebih berat,” jelasnya.

Baca Juga:  Komisi VIII DPR Dukung Usulan Tambahan Anggaran Kemenag 2026, Prioritaskan Kesejahteraan Guru

Diuji di Lemigas

Setelah tiba di Indonesia, prototipe tabung CNG akan menjalani serangkaian pengujian di Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Pengujian meliputi uji tekanan tabung, uji keamanan katup (valve), serta evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan.

Pemerintah menegaskan aspek keamanan menjadi prioritas utama sebelum tabung tersebut dipasarkan.

“Kita uji di Lemigas. Yang paling penting adalah keamanan valve dan tabungnya. Setelah satu tahap lagi, mudah-mudahan sudah bisa diimplementasikan dan diedarkan tahun ini,” kata Laode.

Harga Setara LPG 3 Kg

Pemerintah juga berencana menetapkan harga jual CNG Merah Putih 3 kilogram setara dengan harga LPG 3 kilogram bersubsidi.

Kebijakan tersebut diharapkan tidak membebani masyarakat dalam proses peralihan penggunaan energi.

Baca Juga:  Anggaran Pendidikan 2027 Naik Rp100 Triliun, DPR Soroti Kesejahteraan Guru

Berdasarkan simulasi pemerintah, meskipun harga jual kepada masyarakat tetap sama, beban subsidi negara diperkirakan dapat ditekan hingga sekitar 30 persen.

“Harganya disamakan. Dengan simulasi tersebut, subsidi negara bisa turun sampai sekitar 30 persen,” ujarnya.

Buka Peluang Produksi Dalam Negeri

Meski tahap awal masih mengandalkan impor dari China, pemerintah membuka peluang bagi investor untuk membangun fasilitas produksi tabung CNG di Indonesia apabila kebutuhan dalam negeri meningkat secara signifikan.

Menurut Laode, meningkatnya permintaan domestik akan memberikan posisi tawar yang lebih kuat bagi Indonesia untuk mendorong investasi manufaktur tabung CNG di dalam negeri.

“Ada peluang untuk itu. Kalau jumlahnya sudah masif, kita punya daya tawar untuk meminta mereka membangun pabrik di Indonesia,” pungkasnya.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh
Daftar Bansos Kini Cukup Pakai NIK KTP, Pemerintah Percepat Verifikasi Penerima
Empat Pelajar Diduga Terlibat Pengeroyokan di Garut Diamankan Resmob Polda Jabar
KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terkait Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon
Uji Aturan IKN, Tiga Pemohon Minta MK Tegaskan Status Nusantara sebagai Ibu Kota Negara
27.099 Manajer Kopdes Merah Putih Teken Surat Penawaran, 1.051 Dilaporkan Mundur
Kapolri Mutasi 19 Kapolda, Irjen Hengki Resmi Gantikan Pipit Rismanto di Jabar

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Daftar Bansos Kini Cukup Pakai NIK KTP, Pemerintah Percepat Verifikasi Penerima

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Empat Pelajar Diduga Terlibat Pengeroyokan di Garut Diamankan Resmob Polda Jabar

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:12 WIB

Uji Aturan IKN, Tiga Pemohon Minta MK Tegaskan Status Nusantara sebagai Ibu Kota Negara

Berita Terbaru