DN.com – Lamongan – Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti lingkungan MTs Muhammadiyah Menongo, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, pada Senin (15/6/2026).
Madrasah tersebut kembali menggelar agenda tahunan Munaqosah Tahfidz Al-Qur’an, sebagai bentuk evaluasi sekaligus penguatan kualitas hafalan para santri.
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 07.30 WIB ini diikuti oleh siswa kelas VII, VIII, dan IX.
Para peserta tampil satu per satu di hadapan dewan penguji dengan mengenakan pakaian seragam putih-putih yang rapi, mencerminkan kesungguhan dan adab dalam memuliakan Al-Qur’an.
Baca Juga:
Hadiah untuk Guru: Antara Rasa Terima Kasih dan Risiko Gratifikasi
Kapolda Jabar Pimpin Lari Bersama, Dorong Budaya Hidup Sehat dan Soliditas Personel
Anggaran PU Dipangkas 80%, Kebijakan Efisiensi Dinilai Ancam Proyek Infrastruktur Nasional
Ratusan santri tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka duduk bersila di atas sajadah, menunggu giliran untuk menyetorkan hafalan terbaik.
Tema “Munaqosah Tahfidz Qur’an” terasa hidup melalui semangat dan keseriusan para peserta sepanjang acara berlangsung.
Kepala MTs Muhammadiyah Menongo, Suparno, S.Pd., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa menghafal Al-Qur’an bukan sekadar capaian akademik, melainkan amanah besar yang harus dijaga.
“Menghafal Al-Qur’an adalah amanah. Yang lebih penting bukan hanya menghafal, tetapi juga menjaga dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Tantang Bongkar Praktik Jual Beli Kursi SPMB 2026: “Jangan Sebar Isu, Laporkan!”
Pengadaan Motor Listrik untuk MBG Disorot, Pemerintah Pastikan Proyek Berlanjut
Semoga munaqosah ini menjadi wasilah lahirnya generasi Qur’ani yang cerdas dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Prosesi ujian berlangsung tertib dan sistematis. Dewan penguji yang terdiri dari Ust. Mustain, S.Pd. dan Ustzh. Rahmawati, S.Ag., menjalankan tugas dengan teliti dan penuh kesabaran.
Penilaian tidak hanya berfokus pada kelancaran hafalan, tetapi juga mencakup ketepatan makhraj, penerapan tajwid, serta adab dalam membaca Al-Qur’an.
Setiap santri diuji sesuai dengan target hafalan masing-masing, mulai dari juz 1 hingga juz 30, disesuaikan dengan jenjang kelas dan program tahfidz yang diikuti.
Baca Juga:
Berani Tanpa Modal Uang, Sami’an Guncang Tradisi Mahar Politik dan Sentil Pengelolaan Tanah Ganjaran
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Salah satu peserta, Danisha, siswi kelas VIII, mengaku sempat merasa gugup sebelum menjalani ujian. Namun, suasana yang kondusif membantunya tampil lebih tenang.
“Awalnya sangat gugup karena ini momen penting. Tapi pengujinya baik dan suasananya mendukung, jadi lebih lancar. Alhamdulillah, saya bisa menyetorkan hafalan sampai Juz 3 dengan baik,” tuturnya.
Suparno menambahkan bahwa munaqosah bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian penting dari evaluasi pembinaan tahfidz yang rutin dilaksanakan setiap hari sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
“Target kami, setiap lulusan minimal hafal Juz 1. Ke depan, kami akan terus mendorong agar semakin banyak santri yang mampu menyelesaikan hafalan 30 juz sebagai bekal menghadapi tantangan zaman,” tambahnya.
Kegiatan Munaqosah Tahfidz Al-Qur’an ditutup dengan doa bersama. Pihak madrasah berharap para santri terus menjaga hafalan melalui murajaah secara istiqomah.
Dengan program pembinaan yang berkelanjutan, MTs Muhammadiyah Menongo berkomitmen mencetak generasi Qur’ani yang unggul, beriman, dan bertakwa.
Penulis : Karnoto
Editor : Redaksi






