Birokrasi KBB Dituding “Darurat Akut”, Isu Jual Beli Jabatan hingga Skandal Moral Memantik Desakan Aksi Radikal

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Krisis integritas di KBB kian terbuka—isu rotasi jabatan berbau transaksi dan skandal moral jadi alarm keras bagi pemerintahan daerah.

Krisis integritas di KBB kian terbuka—isu rotasi jabatan berbau transaksi dan skandal moral jadi alarm keras bagi pemerintahan daerah.

 

DN.com – Kondisi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat (KBB) dinilai telah memasuki fase darurat serius. Berbagai persoalan yang mencuat, mulai dari dugaan pelanggaran moral oknum pejabat hingga isu jual beli jabatan, memperlihatkan krisis integritas yang kian mengkhawatirkan.

Publik sebelumnya dibuat resah oleh lambannya penanganan skandal asusila yang melibatkan oknum pejabat, disertai dugaan upaya pembungkaman terhadap aktivis melalui jalur hukum.

Belum tuntas persoalan tersebut, kini muncul kembali dugaan praktik transaksional dalam proses rotasi dan mutasi (rotmut) Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab KBB.

Menanggapi situasi ini, Komunitas BALAD KBB menyatakan sikap tegas. Mereka menilai kondisi pemerintahan daerah saat ini sudah tidak sehat, bahkan menyebut perlunya “ruqyah total” sebagai simbol pembersihan menyeluruh, baik secara moral maupun spiritual.

Baca Juga:  Kang Dedi Mulyadi Kecewa, Hingga  Batalkan Bantuan Rp 6,5 Miliar untuk Jembatan di Serangpanjang

Koordinator Lapangan BALAD KBB menegaskan bahwa laporan dugaan tarif dalam jual beli jabatan menjadi indikator kuat rusaknya sistem birokrasi.

“KBB hari ini sedang sakit, baik jiwa maupun raganya. Integritas pemerintahan diduga digadaikan melalui praktik jual beli jabatan.

Sementara itu, pelanggaran moral justru terkesan dilindungi, dan masyarakat yang bersuara malah dikriminalisasi.

Jika jabatan bisa diperoleh dengan uang, maka wajar jika pejabat yang lahir tidak memiliki beban moral dalam bertindak,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Baca Juga:  Yayasan Bakti Anak Negeri Siap Laporkan Dugaan Pelanggaran Hukum di Lapas ke LPSK

BALAD KBB menilai, rencana rotasi-mutasi yang tengah bergulir bukan semata untuk penyegaran organisasi, melainkan diduga sarat kepentingan transaksional. Bahkan, mereka menduga langkah tersebut menjadi upaya “pemutihan” terhadap kasus-kasus pelanggaran moral yang sebelumnya mencuat.

Sebagai bentuk sikap, BALAD KBB bersama sejumlah tokoh agama, tokoh pendiri daerah, akademisi, dan elemen mahasiswa, menyampaikan tiga tuntutan utama.

Menghentikan proses rotasi-mutasi ASN hingga dugaan praktik jual beli jabatan diusut tuntas secara transparan oleh aparat penegak hukum.

Menonaktifkan oknum ASN yang terlibat pelanggaran moral berat, serta mendesak Inspektorat untuk segera mengambil tindakan tegas tanpa penundaan.

Baca Juga:  Sebanyak 98 Desa yang Akan Mendapatkan Dana Desa Tahun 2025 di Atas Rp 2 Milyar

Menggelar aksi pembersihan moral dan spiritual, melalui kegiatan ruqyah massal yang melibatkan masyarakat sebagai simbol perlawanan terhadap degradasi etika birokrasi.

BALAD KBB juga mengingatkan bahwa momentum Hari Ulang Tahun ke-19 Kabupaten Bandung Barat seharusnya menjadi ajang refleksi atas nilai-nilai perjuangan para pendiri daerah. Bukan justru menjadi cerminan kemunduran moral dan rapuhnya penegakan hukum di tubuh birokrasi.

Situasi ini pun dinilai sebagai ujian serius bagi kepemimpinan daerah dalam memulihkan kepercayaan publik serta menegakkan kembali integritas pemerintahan.***

 

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Moh. Asep

Berita Terkait

Terlibat Pelanggaran Berat, Tiga Personel Polresta Bandung Dipecat Tidak Hormat
Kasus Kekerasan Seksual di Cileunyi P21, Taufik Hidayat Dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Bandung
Berkas Taufik Hidayat Dinyatakan P-21, Polda Jabar Siap Limpahkan Tersangka ke Kejari Kabupaten Bandung
Jelang Pilkades, Camat Tanjungsiang Rano Tekankan Netralitas dan Integritas Panitia
Pilkades Gardusayang, Delapan Bacalon Resmi Mendaftar, Satu Nama Segera Menyusul 
Camat Cisalak Pimpin Rapat Minggon Triwulanan, Bahas Pilkades Serentak, Kesehatan hingga Ketahanan Pangan
Pemprov Jabar Ambil Alih Jembatan Gantung Margacinta Pangandaran, Pembangunan Permanen Ditargetkan 2027
Lansia di Cisompet Ditemukan Meninggal, Polisi Amankan Seorang Pria

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:15 WIB

Terlibat Pelanggaran Berat, Tiga Personel Polresta Bandung Dipecat Tidak Hormat

Rabu, 9 September 2026 - 15:07 WIB

Kasus Kekerasan Seksual di Cileunyi P21, Taufik Hidayat Dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Bandung

Rabu, 9 September 2026 - 14:47 WIB

Berkas Taufik Hidayat Dinyatakan P-21, Polda Jabar Siap Limpahkan Tersangka ke Kejari Kabupaten Bandung

Jumat, 4 September 2026 - 13:02 WIB

Jelang Pilkades, Camat Tanjungsiang Rano Tekankan Netralitas dan Integritas Panitia

Jumat, 4 September 2026 - 12:45 WIB

Pilkades Gardusayang, Delapan Bacalon Resmi Mendaftar, Satu Nama Segera Menyusul 

Berita Terbaru