DN.com – Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi (KDM), terlihat marah kepada Sekda Subang, Asep Nuroni, karena tidak mengindahkan instruksinya untuk menelusuri aktivitas truk-truk besar menuju Ciater. Jum’at (23/1/2026).
Dalam video yang diunggah di Tiktok akun pribadinya @dedimulyadiofficial. KDM mengaku telah memerintahkan Sekda Subang untuk menelusuri truk-truk besar, namun tidak ada laporan yang diterima.
Akibatnya, KDM membatalkan bantuan Rp 6,5 miliar untuk pembangunan jembatan Serangpanjang-Subang.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
“Ini bagian dari sikap saya. Saya tidak boleh Pemprov Jabar mengeluarkan duit terus-terusan untuk membangun sebuah daerah yang tidak punya keinginan menjaga fasilitasnya,” kata KDM.
KDM menegaskan bahwa jika pembangunan jembatan Serangpanjang tetap ingin dilaksanakan, maka semua beban anggarannya harus ditanggung Pemda Subang, tanpa bantuan anggaran dari Pemprov Jabar.
“Terserah warga mau suka atau tidak, ini sikap saya,” kata KDM.
Sementara itu, Sekda Subang Asep Nuroni saat di konfirmasi oleh para awak media membenarkan hal tersebut.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Asep Nuroni menyampaikan bahwa dirinya tidak mungkin akan mengabaikan instruksi atau perintah terlebih oleh Gubernur.
Pada saat bersamaan waktu itu, saya sedang melaksanakan perintah hingga perintah Pa Gubenur tidak tersampaikan,” tuturnya.
Terkait dengan keberlanjutan pembangunan jembatan, Asep Nuroni menegaskan bahwa pembangunan jembatan itu merupakan keharusan yang harus dilaksanakan.***
Penulis : Redaksi






