Bandung Raya Siapkan BRT Terintegrasi, Farhan Targetkan Tarif Rp7.000 dan Angkot Jadi Feeder

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan tarif hanya Rp7.000 dengan angkot beralih menjadi feeder berbasis kendaraan listrik.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menargetkan tarif hanya Rp7.000 dengan angkot beralih menjadi feeder berbasis kendaraan listrik.

DN.com – Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta pemerintah daerah di kawasan Cekungan Bandung menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait penyediaan Public Service Obligation (PSO) untuk layanan angkutan massal Mass Transit Project (Mastran).

Kerja sama tersebut melibatkan Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang sebagai upaya mewujudkan sistem transportasi umum yang terintegrasi di wilayah Bandung Raya.

Salah satu proyek utama dalam program Mastran adalah pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) yang akan menghubungkan sejumlah wilayah di kawasan Cekungan Bandung.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari strategi nasional untuk menghadirkan sistem transportasi publik yang terintegrasi antara pemerintah pusat, provinsi, hingga pemerintah kabupaten/kota.

Baca Juga:  Wakil Bupati Sumedang Kunjungi Desa Cimarias Dukung Petani dan Tuntut CSR Perusahaan

“Ini bagian dari upaya kami melakukan terobosan agar sistem angkutan umum di Bandung Raya terintegrasi.

Program ini masuk dalam Program Strategis Nasional sehingga pelaksanaannya melibatkan pemerintah pusat, provinsi, dan seluruh daerah di Bandung Raya, termasuk Sumedang,” ujar Farhan usai penandatanganan MoU di Terminal Leuwipanjang, Bandung, Rabu (22/7/2026).

Menurut Farhan, kehadiran BRT diharapkan menjadi solusi untuk mengurangi kemacetan di Kota Bandung dengan mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Baca Juga:  Stadion Si Jalak Harupat Direnovasi 2027, Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung Siapkan Standar Internasional

Untuk mendukung operasional BRT, Pemkot Bandung juga membuka peluang investasi pembangunan gedung parkir di sepanjang koridor BRT.

“Dalam dua tahun ke depan kami berharap ada banyak penyesuaian. Ini juga menjadi peluang bagi investor untuk membangun gedung parkir di sepanjang jalur BRT,” katanya.

Ia menjelaskan, sepanjang jalur BRT nantinya tidak diperbolehkan lagi terdapat parkir di badan jalan maupun pedagang kaki lima (PKL), sehingga seluruh aktivitas tersebut akan dipindahkan ke lokasi yang telah disiapkan.

Terkait tarif, Farhan mengungkapkan Pemerintah Kota Bandung telah menyiapkan subsidi melalui skema PSO sebesar 36 persen pada tahun pertama operasional dan meningkat menjadi 42 persen pada tahun kedua.

Baca Juga:  Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Bupati Subang Koordinasi dengan Kementerian

“Saya sedang berjuang agar tarif BRT cukup Rp7.000. Saat ini tarif angkot di Bandung sekitar Rp10.000,” ujarnya.

Farhan juga memastikan kehadiran BRT tidak akan menghilangkan keberadaan angkutan kota (angkot).

Sebaliknya, angkot akan dialihkan fungsinya menjadi feeder yang menghubungkan permukiman dengan koridor utama BRT menggunakan kendaraan listrik.

Model bisnis pengoperasian feeder tersebut saat ini tengah disusun oleh Dinas Perhubungan bersama koperasi angkutan dan pihak swasta sebagai investor.***

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru