DN.com – Sebanyak 100 siswa dan guru di Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, mengalami gejala yang diduga akibat keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (20/10/2026). Malam.
Para korban mengalami sejumlah keluhan kesehatan dan harus mendapatkan penanganan medis di empat rumah sakit.
Korban berasal dari kalangan siswa tingkat taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD), serta sejumlah guru. Gejala yang dialami meliputi mual, muntah, sakit perut, diare, hingga sesak napas. Dikutip Rabu (21/10/2026).
Untuk mendapatkan penanganan medis, para korban dibawa ke RS Siloam Putra Bahagia, RSD Gunung Jati, RS Ciremai, dan RS Cahaya Bunda. Sebagian korban yang telah menjalani pemeriksaan dan perawatan dilaporkan dalam kondisi baik.
Sementara itu, sebagai langkah awal penanganan, operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalijaga Lima yang diduga berkaitan dengan kejadian tersebut dihentikan sementara.
Penghentian operasional dilakukan untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut sekaligus memastikan keamanan makanan yang disalurkan melalui program MBG.
Selain itu, sampel makanan telah diambil untuk menjalani pemeriksaan laboratorium. Langkah tersebut dilakukan guna mengetahui penyebab pasti munculnya gejala yang dialami para siswa dan guru.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat, terutama terkait keamanan dan kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG.
Warga juga meminta pihak terkait memberikan penjelasan secara terbuka serta memastikan adanya pertanggungjawaban apabila ditemukan kelalaian.
Hingga penyebab pasti kejadian tersebut diketahui melalui hasil pemeriksaan laboratorium dan penyelidikan, dugaan keracunan masih perlu dikonfirmasi oleh pihak berwenang.***
Penulis : Redaksi