DN.com – Puncak peringatan Milangkala Kecamatan Cisalak ke-58 berlangsung meriah di Alun-alun Kecamatan Cisalak, Senin (29/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten Daerah (Asda) I Kabupaten Subang H. Rahmat Effendi, S.Sos., M.Si. yang mewakili Bupati Subang, serta dihadiri para kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, kader, kepala dinas, UPT, dan unsur tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Rahmat Effendi menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Subang tidak dapat hadir lantaran sedang menjalankan tugas kedinasan di Jakarta.
Baca Juga:
Balik Nama Kendaraan Kini Lebih Mudah dan Murah, Tak Perlu Lagi Pinjam KTP Pemilik Lama
Menkeu Purbaya Ingin Anggaran MBG Dipangkas Lebih Besar, Kemenkeu Bentuk Tim Pengawas SPPG di Daerah
Ia mengapresiasi rangkaian kegiatan Milangkala, khususnya penampilan seni budaya Sisingaan dari anak-anak PAUD dan SD yang dinilai sebagai bentuk pelestarian budaya lokal sejak usia dini.
“Melalui kegiatan seperti ini, anak-anak dikenalkan dengan budaya daerah sehingga tradisi dan kearifan lokal tetap terjaga,” ujarnya.
Rahmat juga memberikan apresiasi kepada Camat Cisalak, para guru, orang tua, dan seluruh pihak yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
Selanjutnya, ia membacakan sambutan tertulis Bupati Subang yang mengucapkan selamat Milangkala ke-58 Kecamatan Cisalak. Bupati berharap Kecamatan Cisalak semakin maju dan masyarakatnya semakin sejahtera.
Ia juga mengapresiasi masyarakat yang terus menjaga nilai-nilai budaya, gotong royong, dan kehidupan beragama sebagai modal utama pembangunan daerah.

Menurut Bupati, pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi memerlukan kolaborasi dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Peringatan Milangkala menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, melestarikan budaya, dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Sementara itu, Camat Cisalak Aet mengajak seluruh masyarakat untuk terus memperkuat rasa memiliki terhadap daerah dan bersama-sama membangun Kecamatan Cisalak.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Kritik Pengelolaan Anggaran Daerah: Serapan Tinggi Belum Tentu Bermanfaat bagi Rakyat
Pada kesempatan tersebut, ia memperkenalkan semangat LUMPAT, akronim dari Loyalitas, Unggul, Mandiri, Partisipatif, Agamis, dan Terdepan.
Nilai-nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman bagi aparatur pemerintah maupun masyarakat dalam mewujudkan Kecamatan Cisalak yang semakin maju, harmonis, dan berdaya saing.
Menurut Camat Aet, keberhasilan pembangunan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan serta partisipasi aktif seluruh masyarakat.
Dengan menumbuhkan rasa memiliki terhadap daerah, semangat gotong royong dan kebersamaan akan terus terjaga demi kemajuan Kecamatan Cisalak.***
Penulis : Redaksi






