Dedi Mulyadi Kritik Pengelolaan Anggaran Daerah: Serapan Tinggi Belum Tentu Bermanfaat bagi Rakyat

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengkritik pola pengelolaan keuangan daerah yang dinilai masih terlalu berfokus pada aspek administrasi, serapan anggaran, dan penggunaan teknologi informasi.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengkritik pola pengelolaan keuangan daerah yang dinilai masih terlalu berfokus pada aspek administrasi, serapan anggaran, dan penggunaan teknologi informasi.

 

DN.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengkritik pola pengelolaan keuangan daerah yang dinilai masih terlalu berfokus pada aspek administrasi, serapan anggaran, dan penggunaan teknologi informasi. Jum’at (26/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan sebuah program pemerintah seharusnya diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, bukan sekadar terpenuhinya target administrasi.

Hal tersebut disampaikan Dedi saat memberikan kuliah umum bertema “Sinergitas Kepemimpinan Daerah dan Aparat Penegak Hukum dalam Mewujudkan Pemerintahan yang Adaptif, Stabil, dan Berintegritas Menuju Indonesia Emas 2045” di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Kamis (25/6/2026).

Baca Juga:  Groundbreaking Pabrik LiuGong di Karawang, Dedi Mulyadi Tegaskan Komitmen Jabar Dukung Investasi

Dalam paparannya, Dedi menilai birokrasi saat ini kerap terjebak pada rutinitas administrasi dan penggunaan berbagai aplikasi, namun kurang memperhatikan hasil akhir dari program yang dijalankan.

“Kita terjebak pada administrasi dan kegenitan teknologi informasi. Di depan sistem, di depan gawai, di depan aplikasi, tetapi sering kali lupa melihat manfaat akhirnya bagi masyarakat,” ujar Dedi.

Keberhasilan Tak Cukup Diukur dari Serapan Anggaran

Dedi menegaskan, pengelolaan keuangan negara maupun daerah tidak boleh hanya dinilai dari habisnya anggaran atau terlaksananya suatu kegiatan.

Menurutnya, indikator utama keberhasilan adalah dampak positif yang benar-benar dirasakan oleh masyarakat.

Baca Juga:  Dedi Mulyadi Benahi Bandung: Target Kota Bersih, Terang, dan Bebas Macet

Sebagai contoh, ia menyinggung kegiatan pelatihan pejabat yang menghabiskan anggaran hingga Rp5 miliar, namun dinilai tidak memberikan manfaat yang jelas bagi publik.

Menurut Dedi, dana sebesar itu akan lebih bermanfaat jika dialokasikan untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Dengan anggaran Rp5 miliar, pemerintah dapat membangun sekitar 100 rumah apabila setiap unit memperoleh bantuan sebesar Rp50 juta.

“Dalam pandangan saya, anggaran yang habis untuk kegiatan seremonial tanpa manfaat nyata bagi rakyat bisa menjadi bentuk korupsi kultural,” tegasnya.

Baca Juga:  Utamakan Kualitas, Jaga Keselamatan: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Larang Pengerjaan Jalan Malam Hari

Soroti Anggaran Rp19 Triliun untuk Aparatur

Selain itu, Dedi juga menyoroti besarnya anggaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang dialokasikan untuk membiayai aparatur sipil dalam berbagai jabatan fungsional.

Ia menyebut, setiap tahun Pemprov Jawa Barat menganggarkan sekitar Rp19 triliun untuk kebutuhan tersebut.

Menurutnya, besarnya anggaran itu harus diimbangi dengan kontribusi nyata aparatur terhadap pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.

“Kalau uang sebesar itu dikelola secara efektif dan menghasilkan manfaat yang nyata, tentu dampaknya akan sangat besar bagi pendidikan, infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru