DN.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), tengah mengakselerasi berbagai langkah strategis untuk mengembalikan daya tarik sekaligus kewibawaan Kota Bandung sebagai ibu kota provinsi. Jum’at (24/4/2026).
Upaya tersebut difokuskan pada penguatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung.
Dalam arahannya pada Rabu (22/4), Dedi menegaskan bahwa seluruh aparatur sipil negara (ASN) harus menjadi teladan dalam menjaga kebersihan dan estetika lingkungan.
Ia bahkan menetapkan standar tinggi bagi kawasan sekitar perkantoran pemerintah.
Baca Juga:
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
“Minimal satu kilometer menuju kantor harus dalam kondisi bersih, tertata, indah, dan berestetika,” ujar Dedi, dikutip dari laman jabarprov.go.id, Jumat (24/4).
Ia juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan di sejumlah titik kota.
Dedi menegaskan, penanganan sampah harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Kita harus pastikan tidak ada lagi tumpukan sampah di sudut-sudut kota. Ini harus ditangani bersama,” tegasnya.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Sebagai langkah konkret, Pemprov Jabar akan mengoptimalkan TPA Sarimukti agar bertransformasi tidak hanya sebagai tempat pembuangan akhir, tetapi juga menjadi fasilitas pengolahan sampah berbasis energi.
Selain kebersihan, Dedi juga menargetkan Bandung menjadi kota yang terang dan aman.
Ia menginstruksikan perbaikan menyeluruh pada penerangan jalan umum (PJU) serta integrasi sistem pengawasan berbasis CCTV antara pemerintah provinsi dan kota.
“Tidak boleh ada PJU yang mati. Semua harus terang, dan CCTV harus terintegrasi dengan baik,” ujarnya.
Baca Juga:
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Panglima TNI Setujui Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Siap Fokus di BGN
Disorot karena Lokasi Terpencil, BPKP dan TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Kendal
Perbaikan sistem drainase turut menjadi prioritas guna mengurangi risiko banjir di wilayah perkotaan.
Sementara untuk mengurai kemacetan, Dedi mendorong pembangunan infrastruktur seperti flyover dan underpass, serta penguatan sistem transportasi publik terintegrasi di kawasan Bandung Raya.
Ia juga merencanakan penerapan teknologi digital pada lampu lalu lintas agar dapat menyesuaikan dengan kondisi kendaraan secara real time.
“Lampu lalu lintas harus adaptif terhadap kepadatan kendaraan, sehingga lebih efektif mengurai kemacetan,” jelasnya.
Di akhir arahannya, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk masyarakat dan Pemerintah Kota Bandung, yang terus berkolaborasi dalam mempercantik dan membenahi wajah Kota Bandung.***
Penulis : Redaksi






