DN.com – Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri), Irjen Pol. Dr. Anwar menegaskan komitmen penuh Polri dalam menyelenggarakan seleksi penerimaan Calon Taruna/Taruni (Catar) Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 yang bersih, transparan, dan akuntabel.
Irjen Pol. Anwar menekankan bahwa seluruh tahapan seleksi harus berjalan sesuai koridor hukum serta menjawab harapan publik akan proses rekrutmen yang adil dan profesional.
“Saya instruksikan agar seluruh tahapan seleksi penerimaan dilaksanakan dengan memegang teguh prinsip BETAH, yakni Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis.
Proses rekrutmen harus objektif, jujur, adil, bebas dari praktik KKN, serta menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia,” tegasnya.
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Panglima TNI Setujui Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Siap Fokus di BGN
Lebih lanjut, ia memastikan bahwa seleksi Akpol Tahun Anggaran 2026 hanya membuka satu jalur resmi, yaitu jalur Reguler Nasional. Tidak ada jalur khusus, kuota Mabes, jalur prestasi, maupun titipan dari pihak mana pun.
“Semua peserta memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing secara adil berdasarkan kemampuan masing-masing,” ujarnya.
Sebagai bentuk transparansi, Mabes Polri juga merilis hasil Sidang Kelulusan menuju Pemeriksaan Kesehatan (Rikkes) II yang digelar pada 4 Juni 2026.
Dari total 2.959 peserta, terdiri dari 2.716 pria dan 243 wanita, sebanyak 513 peserta dinyatakan lulus terpilih untuk melanjutkan ke seleksi tingkat pusat.
Baca Juga:
Disorot karena Lokasi Terpencil, BPKP dan TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Kendal
Operasi Patuh Lodaya 2026 Digelar, Polda Jabar Andalkan ETLE untuk Penegakan Hukum Transparan
Tak Ada Ampun! Polres Banjar Tangkap 2 Pelaku Curanmor dalam Ops Jaran Lodaya, 85 Motor Diamankan
Rinciannya, 468 peserta pria dan 45 peserta wanita, sementara 2.446 peserta lainnya belum terpilih.
Irjen Pol. Anwar juga menginstruksikan jajarannya untuk masif menyosialisasikan prinsip BETAH dan sistem satu jalur seleksi kepada masyarakat.
“Hal ini penting agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan oleh oknum yang menjanjikan kelulusan,” katanya.
Ia menambahkan, pola rekrutmen yang transparan dan akuntabel ini mendapat dukungan serta pengawasan dari berbagai lembaga eksternal, seperti Kompolnas, Ombudsman, LSM, dan tim KPRP yang turut memantau jalannya seleksi Polri.
Baca Juga:
DPO Curanmor Dibekuk di Garut, Polisi Sita 17 Motor Hasil Kejahatan dalam Ops Jaran Lodaya 2026
Motor Klasik RX King Raib Subuh Hari, Tiga Pelaku Dibekuk dalam Hitungan Jam
BGN Batasi Dapur MBG Maksimal 6 per Kecamatan, Alihkan Fokus ke Efisiensi dan Kualitas Layanan
Para peserta yang dinyatakan lulus terpilih dijadwalkan tiba di Akpol Semarang pada 3 Juli 2026 untuk mengikuti seleksi tingkat pusat.
Tahapan yang akan dijalani meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, akademik, psikologi, wawancara, hingga sidang akhir tingkat Panitia Pusat (Panpus) yang dijadwalkan pada 27 Juli 2026.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan menyampaikan apresiasi dan empati kepada peserta yang belum berhasil lolos ke tahap berikutnya.
“Perjuangan adik-adik sudah luar biasa. Yang perlu diperbaiki adalah kesiapan dan konsistensi latihan untuk mencapai target masuk kuota pendidikan.
Jangan pernah lelah, karena banyak yang baru berhasil setelah dua atau tiga kali mencoba. Tetap semangat menggapai cita-cita melalui jalur pengabdian di Kepolisian,” ujarnya.***
Editor : Redaksi
Sumber Berita : Moh. Asep






