DN.com – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat akan mengevaluasi operasional angkutan kota (angkot), khususnya armada antarkabupaten dan antarkota yang dinilai sudah tidak layak jalan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik di Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan, pemerintah tidak hanya akan melakukan penertiban, tetapi juga menyiapkan solusi melalui program peremajaan armada.
Salah satu skema yang tengah disiapkan adalah pembiayaan tanpa uang muka (DP) agar para sopir dapat memiliki kendaraan sendiri.
“Kita ingin sopir menjadi pemilik kendaraan. Pemerintah sedang memikirkan skema pembiayaan tanpa DP sehingga kesejahteraan mereka meningkat.
Jika sopir sekaligus menjadi pemilik yang mencicil dan merawat kendaraannya, mereka akan lebih tertib,” ujar KDM Dikutip Jum’at (24/7/2026).
Dalam program tersebut, Pemprov Jabar juga mendorong penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) sebagai armada angkot baru guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendukung transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Menurut KDM, keberhasilan transportasi massal tidak hanya ditentukan oleh armada yang modern, tetapi juga harus didukung perubahan perilaku masyarakat serta peningkatan kualitas infrastruktur perkotaan, seperti trotoar, penerangan jalan, kebersihan lingkungan, dan sistem keamanan.
“Transportasi modern bukan hanya kendaraannya yang bagus, tetapi juga perilaku masyarakat dan pelayanan kotanya harus ikut modern,” tegasnya.
Selain transportasi darat, KDM memastikan Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung direncanakan kembali melayani penerbangan domestik mulai Agustus 2026.
Pemprov Jabar juga akan mendorong dibukanya kembali rute internasional guna mendukung sektor pariwisata dan perekonomian daerah.
Meski demikian, KDM menegaskan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka tetap menjadi pusat layanan penerbangan haji dan umrah.
“Untuk penerbangan haji dan umrah, tetap menggunakan Bandara Kertajati,” pungkasnya.***
Penulis : Redaksi
Sumber Berita : Humas Pemprov Jabar