DN.com – Polda Jawa Barat kembali menggelar Operasi Patuh Lodaya 2026 yang akan berlangsung selama 14 hari, mulai Senin 8 hingga 21 Juni 2026.
Operasi lalu lintas berskala besar ini dilaksanakan secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda Jabar dengan mengusung tema “Optimalisasi Transformasi Penegakan Hukum Secara Elektronik”.
Direktur Lalu Lintas Polda Jabar, Kombes Pol Raydian Kokrosono, menyampaikan bahwa pelaksanaan operasi tahun ini mengedepankan penegakan hukum berbasis teknologi melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Menurutnya, perkembangan teknologi dan modernisasi pelayanan publik mendorong Korps Lalu Lintas Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam penegakan hukum di bidang lalu lintas.
“Kehadiran ETLE menjadi langkah strategis untuk menciptakan penegakan hukum yang lebih transparan, objektif, dan akuntabel.
Langkah ini juga sekaligus meminimalisir interaksi langsung antara petugas dan masyarakat dalam kegiatan penindakan di lapangan,” ujar Raydian, pada Minggu (7/6/2026).
Ia menjelaskan, penerapan sistem elektronik tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus menekan potensi pelanggaran maupun penyimpangan dalam proses penindakan.
Baca Juga:
Panglima TNI Setujui Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Siap Fokus di BGN
Disorot karena Lokasi Terpencil, BPKP dan TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Kendal
Tak Ada Ampun! Polres Banjar Tangkap 2 Pelaku Curanmor dalam Ops Jaran Lodaya, 85 Motor Diamankan
Selain itu, penggunaan ETLE juga diyakini dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja Polri, khususnya di bidang lalu lintas.
Meski demikian, Raydian mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan penegakan hukum lalu lintas di lapangan, sehingga diperlukan transformasi yang lebih optimal melalui penerapan sistem ETLE.***
Penulis : Redaksi






