Diduga Intimidasi Kuasa Hukum dan Anak di Bawah Umur, Oknum Polisi di Lamongan Disorot

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oknum Polisi di Kedungpring Diduga intimidasi anak dan kuasa hukum, etika Kepolisian di pertanyakan.

Oknum Polisi di Kedungpring Diduga intimidasi anak dan kuasa hukum, etika Kepolisian di pertanyakan.

 

DN.com –  Dugaan pelanggaran kode etik kembali mencoreng institusi kepolisian. Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di lingkungan Polsek Kedungpring, Kabupaten Lamongan, yang melibatkan seorang oknum anggota polisi bernama Moch Syuaib, yang dikenal dengan panggilan Sueb. Dikutip, Sabtu (23/6/2026).

Insiden tersebut terjadi pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Oknum tersebut diduga melakukan tindakan intimidatif, bersikap tidak profesional, serta tidak menghormati keberadaan kuasa hukum yang tengah menjalankan tugas pendampingan terhadap kliennya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula saat pihak kuasa hukum datang ke Polsek Kedungpring untuk membuat laporan resmi sekaligus meminta mediasi atas perkara hukum yang menimpa kliennya.

Baca Juga:  SMAN 1 Tanjungsiang Sambut Siswa Pasca-Libur Lebaran dengan Apel dan Penguatan Disiplin

Namun, situasi justru memanas ketika Moch Syuaib, yang disebut bukan petugas yang sedang bertugas saat itu, diduga melakukan interogasi sepihak terhadap seorang anak di bawah umur yang menjadi klien pendampingan.

Tak hanya itu, oknum tersebut juga diduga menunjukkan sikap agresif. Ia disebut menggebrak meja, menunjuk-nunjuk, serta melontarkan kata-kata kasar kepada kuasa hukum dan pihak yang didampingi.

Baca Juga:  Terduga Pencuri Perhiasan Emas Diamankan Warga di Cimerak, Polisi Lakukan Pendalaman

Tindakan tersebut dinilai tidak mencerminkan profesionalisme aparat penegak hukum, sekaligus mengabaikan etika dalam proses penegakan hukum.

Peristiwa ini terjadi secara terbuka dan disaksikan oleh sejumlah petugas piket di lokasi.

Ironisnya, tindakan intimidatif tersebut berlangsung di hadapan anak di bawah umur yang seharusnya mendapatkan perlindungan hukum dan rasa aman selama proses pendampingan.

Perilaku tersebut dinilai bertentangan dengan tugas dan fungsi kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Alih-alih memberikan rasa aman, tindakan tersebut justru berpotensi merusak kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Baca Juga:  Operasi Lilin Lodaya 2025 Digelar: 25 ribu Personel Jaga Natal & Tahun Baru di Jabar

Pihak kuasa hukum menegaskan bahwa tindakan intimidasi, pelecehan terhadap profesi advokat, serta upaya penekanan dalam proses hukum merupakan pelanggaran serius.

Mereka mendesak agar pimpinan Polsek Kedungpring dan instansi terkait segera melakukan penyelidikan serta menjatuhkan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian terkait dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh oknum tersebut. Perkembangan kasus ini masih akan terus dipantau.***

 

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Karnoto

Berita Terkait

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru