DN.com – Kapolda Jawa Barat, Irjen. Pol. Dr. Rudi Setiawan memberikan keterangan terkait penangkapan, pelaku penyekapan dan penyiksaan terhadap kekasihnya di Bandung. Rabu (24/6/2026).
Rudi menyampaikan, tersangka telah menjalani pemeriksaan awal dan dalam kondisi sehat saat diamankan.
“Yang bersangkutan dalam kondisi sehat dan siap menjalani pemeriksaan. Pemeriksaan awal sudah dilakukan, termasuk pendalaman identitas sesuai data kependudukan,” ujarnya.
Penyidik juga meyakini bahwa tersangka yang diamankan merupakan orang yang sama dengan yang dilaporkan dalam kasus tersebut.
Untuk mendalami kondisi kejiwaan tersangka, polisi berencana menghadirkan ahli kejiwaan pada pemeriksaan lanjutan. Hal ini dilakukan mengingat tindakan yang dilakukan dinilai tidak wajar.
“Perbuatannya bisa dikatakan sangat sadis,” kata Rudi.
Saat ini, tersangka ditahan di sel khusus yang dilengkapi kamera pengawas (CCTV) dan berada dalam pengawasan ketat aparat.
Baca Juga:
Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Polda Jabar Salurkan Air Bersih untuk Ratusan Warga Bandung Barat
Pengamat Soroti Pelibatan TNI dalam Pelatihan Pengelola Koperasi Merah Putih
Bayar Pajak Kendaraan Lebih Mudah, Bapenda Jabar dan bank bjb Hadirkan Layanan bjb T-Samsat
Rudi menjelaskan, sebelum ditangkap, tersangka sempat melarikan diri ke Tangerang. Namun, karena merasa kebingungan dan ketakutan, ia akhirnya kembali ke wilayah Jawa Barat.
“Tersangka merasa Tangerang tempat yang aman, namun di sana ia bingung dan akhirnya kembali ke Jawa Barat. Ia juga mengaku curiga terhadap orang-orang di sekitarnya,” jelasnya.
Tersangka akhirnya ditangkap di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung, tepatnya di kawasan Pesona Griya yang merupakan rumah kerabatnya.
Di lokasi tersebut, aktivitas tersangka sempat terdeteksi saat melakukan transaksi, sehingga memudahkan petugas melakukan penangkapan.
Baca Juga:
Hari Bhayangkara ke-80 dimaknai dengan menghadirkan Bazar UMKM & Pasar Rakyat
Camat Tanjungsiang: Haflah Akhirussanah Jadi Momentum Cetak Generasi Qurani dan Berakhlak
Polisi memastikan tidak ada pihak lain yang membantu pelarian tersangka. Dalam pemeriksaan awal, tersangka juga mengakui perbuatannya dan menyatakan penyesalan.
Namun, ia berdalih bahwa tindakan tersebut dilakukan di luar kendali karena pengaruh minuman keras.
“Tersangka mengaku mengonsumsi alkohol setiap hari,” pungkas Rudi.***
Penulis : Redaksi






