DN.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan program beasiswa bagi hingga 80 ribu calon murid yang tidak tertampung di sekolah negeri.
Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan 1.015 sekolah swasta di berbagai daerah di Jawa Barat. Kamis (25/6/2026).
Langkah tersebut menjadi solusi untuk memastikan lulusan jenjang sebelumnya tetap memperoleh akses pendidikan menengah meski terkendala keterbatasan daya tampung sekolah negeri.
Komitmen kerja sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan sekolah-sekolah swasta ditandai dengan penandatanganan kesepakatan yang berlangsung di Gedung Pakuan.
Baca Juga:
Peringati HUT Bhayangkara ke-80, Polda Jabar Salurkan Air Bersih untuk Ratusan Warga Bandung Barat
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan, ribuan sekolah swasta telah menyatakan kesiapannya menampung calon murid yang terdata dalam Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).
“Sudah ada mitra Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Pendidikan untuk menyalurkan sekitar 70 ribu sampai 80 ribu siswa yang terdata di PCMB agar mendapatkan beasiswa dari pemerintah provinsi,” ujar Dedi.
Menurutnya, keterlibatan 1.015 sekolah swasta menjadi bukti nyata dukungan terhadap pemerataan akses pendidikan di Jawa Barat.
“Jumlah sekolah yang bersedia menandatangani kesepakatan dan hadir secara fisik mencapai 1.015 sekolah.
Baca Juga:
Pengamat Soroti Pelibatan TNI dalam Pelatihan Pengelola Koperasi Merah Putih
Kapolda Jabar: Pelaku Penyekapan Kekasih di Bandung Ditangkap, Sempat Kabur ke Tangerang
Bayar Pajak Kendaraan Lebih Mudah, Bapenda Jabar dan bank bjb Hadirkan Layanan bjb T-Samsat
Jadi, opini yang menyatakan sekolah swasta tidak bersedia bekerja sama, hari ini tidak terbukti,” tegasnya.
Melalui program tersebut, bantuan diberikan dalam bentuk beasiswa perorangan yang tercatat atas nama masing-masing siswa.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menanggung biaya pendidikan penerima beasiswa dengan menyalurkan pembayaran langsung kepada sekolah tempat siswa menempuh pendidikan.
Beasiswa ini bersifat perorangan. Siswanya tercatat. Provinsi Jawa Barat menjadi orang tua dari siswa tersebut.
Baca Juga:
Hari Bhayangkara ke-80 dimaknai dengan menghadirkan Bazar UMKM & Pasar Rakyat
Camat Tanjungsiang: Haflah Akhirussanah Jadi Momentum Cetak Generasi Qurani dan Berakhlak
“Karena menjadi orang tua, maka pemerintah yang membayarkan biaya pendidikan ke sekolah,” jelas Dedi.
Setiap penerima beasiswa akan memperoleh bantuan uang bangunan sebesar Rp1,5 juta serta bantuan pendidikan bulanan sebesar Rp100 ribu.
Selain membantu peserta didik, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berkomitmen mendorong peningkatan kualitas pendidikan melalui program sertifikasi guru di sekolah swasta yang menjadi mitra program.
Dedi memastikan anggaran untuk pelaksanaan program tersebut telah tersedia dan dapat dialokasikan melalui penyesuaian sejumlah kegiatan yang belum dapat direalisasikan.
“Dananya sudah ada, tinggal dilakukan pergeseran. Ada alokasi yang belum bisa dilaksanakan, misalnya pembangunan sekolah yang masih terkendala sertifikat lahan.
Anggaran tersebut bisa dialihkan dan segera dimanfaatkan,” ungkapnya.
Jumlah penerima bantuan diperkirakan mencapai maksimal 80 ribu siswa sesuai data dalam Pemetaan Calon Murid Baru.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat masih akan melakukan pemutakhiran data setelah seluruh tahapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) selesai dilaksanakan.
Program ini diharapkan mampu memberikan kepastian akses pendidikan bagi para calon murid sekaligus menekan angka putus sekolah akibat terbatasnya daya tampung sekolah negeri.***
Penulis : Redaksi
Sumber Berita : Jabar.go.id






