DN.com – Korps Marinir TNI Angkatan Laut memperketat pengawasan kesehatan peserta Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Koperasi Kampung Nelayan Merah Putih.
Langkah ini dilakukan setelah tiga peserta dilaporkan meninggal dunia saat mengikuti pelatihan di lokasi yang berbeda. Sabtu (27/6/2026).
Selain memperketat pemeriksaan kesehatan, Korps Marinir juga meningkatkan sistem tanggap darurat medis selama pelaksanaan pelatihan guna mengantisipasi kondisi darurat yang dapat dialami peserta.
Baca Juga:
Menkeu Purbaya Ingin Anggaran MBG Dipangkas Lebih Besar, Kemenkeu Bentuk Tim Pengawas SPPG di Daerah
Kapolri Mutasi Sejumlah Pejabat Polda NTB, Dari Irwasda hingga Empat Kapolres Berganti
Peserta terbaru yang meninggal dunia adalah Novia Rahmadhani Sihotang. Ia mengembuskan napas terakhir saat mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan (Satdik) Pusat Bahasa (Pusbahasa) Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Udara (Kodiklatau), Jakarta, pada 23 Juni 2026.
Sebelumnya, dua peserta lainnya juga dilaporkan meninggal dunia saat menjalani pelatihan. Mereka adalah Anisa Muyassaroh yang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, serta Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pendidikan di Satuan Pendidikan Pusat Latihan dan Tempur Kodiklatad, Baturaja.
Menyusul rangkaian kejadian tersebut, pengawasan terhadap kondisi kesehatan peserta diperketat sejak sebelum, selama, hingga setelah kegiatan pelatihan berlangsung.
Selain itu, kesiapsiagaan tim medis dan mekanisme penanganan darurat juga ditingkatkan untuk meminimalkan risiko selama pelaksanaan Latihan Dasar Kemiliteran.***
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Kritik Pengelolaan Anggaran Daerah: Serapan Tinggi Belum Tentu Bermanfaat bagi Rakyat
Penulis : Redaksi






