Resmikan Biodiesel B50, Presiden Prabowo: Hemat Devisa Rp170 Triliun dan Perkuat Kemandirian Energi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

 

DN.com – Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan program Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Presiden menegaskan bahwa implementasi B50 menjadi tonggak penting dalam memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus menghemat devisa negara hingga Rp170 triliun per tahun.

“Bayangkan, sekarang kita sudah bisa menghemat devisa hingga Rp170 triliun atau sekitar 10 miliar dolar AS. Ini capaian yang sangat besar bagi bangsa kita,” ujar Presiden.

Menurut Prabowo, keberhasilan pengembangan Biodiesel B50 merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, peneliti, hingga Pertamina.

Baca Juga:  KSPI Peringatkan Gelombang PHK dalam 3 Bulan, Dampak Konflik Global dan Kebijakan Impor

Ia berharap pengembangan energi terbarukan terus dilanjutkan dan tidak berhenti pada B50.

“Terima kasih kepada para ilmuwan, perguruan tinggi, dan Pertamina. Jangan berhenti di B50. Kalau bisa, kita lanjutkan ke B60,” katanya.

Selain menyoroti sektor energi, Presiden juga mengungkapkan adanya potensi besar sumber daya alam Indonesia. Berdasarkan laporan yang diterimanya, tim ekspedisi ilmiah yang melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sejumlah perguruan tinggi, serta didukung TNI menemukan cadangan emas dan berbagai mineral dalam jumlah besar di wilayah Pegunungan Papua.

Presiden optimistis potensi tersebut akan menjadi modal besar bagi kemajuan Indonesia. Namun, ia menegaskan bahwa kekayaan alam harus diiringi dengan tata kelola yang baik serta komitmen memberantas korupsi, penyelundupan, peredaran narkotika, dan praktik perjudian daring.

Baca Juga:  Dengarkan Aspirasi Tokoh Lintas Agama, Presiden Prabowo Tegaskan Komitmen Perjuangkan RUU Perampasan Aset

“Masa depan Indonesia sangat cerah. Kita harus menjaga negara ini dengan menghentikan korupsi, penyelundupan, narkotika, dan judi online yang merugikan masyarakat,” tegasnya.

Prabowo juga menyoroti meningkatnya kesejahteraan petani sebagai salah satu indikator keberhasilan pembangunan.

Menurut laporan yang diterimanya, daya beli petani terus meningkat, ditandai dengan bertambahnya kepemilikan kendaraan hingga meningkatnya jumlah petani yang mampu menunaikan ibadah umrah.

“Tujuan pembangunan adalah membuat rakyat makmur. Indonesia adalah negara yang kaya dan rakyatnya harus ikut menikmati kekayaan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga:  Nama Burhanuddin Abdullah Mencuat Jadi Kandidat Gubernur BI, DPR Tunggu Usulan Prabowo

Dalam kesempatan itu, Presiden juga meminta agar seluruh pihak yang berkontribusi dalam pengembangan Biodiesel B50 didata untuk diberikan penghargaan atas jasa mereka.

Ia mengapresiasi perjalanan panjang program biodiesel nasional yang dimulai dari B2,5 pada 2008 hingga kini mencapai B50 melalui delapan tahapan pengembangan.

“Perjalanan dari B2,5 hingga B50 merupakan sejarah penting. Tahap B50 adalah tahap ke-8 yang diluncurkan oleh Presiden ke-8,” ucap Prabowo.

Peluncuran Biodiesel B50 menjadi langkah strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil, sekaligus mendorong terwujudnya Indonesia yang lebih mandiri, maju, dan sejahtera.***

Editor : Redaksi

Sumber Berita : Setpres RI

Berita Terkait

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara
KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh
Daftar Bansos Kini Cukup Pakai NIK KTP, Pemerintah Percepat Verifikasi Penerima
Empat Pelajar Diduga Terlibat Pengeroyokan di Garut Diamankan Resmob Polda Jabar
KPK Panggil Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terkait Kasus Dugaan Suap HGB Summarecon
Uji Aturan IKN, Tiga Pemohon Minta MK Tegaskan Status Nusantara sebagai Ibu Kota Negara

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:44 WIB

KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:34 WIB

Daftar Bansos Kini Cukup Pakai NIK KTP, Pemerintah Percepat Verifikasi Penerima

Berita Terbaru