DN.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan program pelatihan kerja berbasis Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk memenuhi kebutuhan lebih dari 8.000 tenaga kerja di pabrik PT VinFast Automobile Indonesia, Kabupaten Subang, pada 2027.
Program tersebut diusulkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat mengunjungi pabrik VinFast di Desa Padaasih, Kecamatan Cibogo, Kabupaten Subang.
Dedi menilai, kebutuhan tenaga kerja dalam jumlah besar harus diantisipasi sejak dini melalui pelatihan yang sesuai dengan kualifikasi dan kebutuhan perusahaan.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah memanfaatkan fasilitas SMK yang sudah tersedia tanpa harus membangun tempat pelatihan baru.
“Yang 8.000 itu bisa dibikin pendidikan prakerja untuk tahun depan. Prakerja ini menggunakan fasilitas SMK,” ujar Dedi dalam keterangan tertulis, Kamis (15/10/2026).
Menurutnya, pelatihan dapat dilaksanakan pada sore hari atau akhir pekan sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.
Dengan skema tersebut, calon pekerja diharapkan memiliki keterampilan yang dibutuhkan perusahaan sebelum mengikuti proses rekrutmen.
Dedi juga menyebutkan, jumlah pelamar kerja melalui platform Nyari Gawe telah mendekati 200.000 orang.
Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk memetakan calon tenaga kerja berdasarkan kompetensi dan kualifikasi yang dibutuhkan industri.
“Jadi, begitu nanti direkrut, tenaga terdidik bisa. Begitu direkrut, dia sudah enggak usah lagi capek latihan,” kata Dedi.
Melalui program ini, Pemprov Jabar berharap masyarakat lokal, khususnya di Kabupaten Subang dan sekitarnya, memiliki peluang lebih besar untuk terserap di sektor industri.
Dedi Tekankan Transparansi Rekrutmen dan Kesejahteraan Pekerja
Selain menyiapkan pelatihan, Dedi Mulyadi menekankan pentingnya proses rekrutmen yang transparan dan mengutamakan kompetensi calon pekerja.
Menurutnya, kesiapan keterampilan harus menjadi perhatian agar kebutuhan industri dapat terpenuhi sekaligus membuka kesempatan kerja yang lebih luas bagi masyarakat.
Dedi juga menyinggung persoalan upah dan kondisi kerja di perusahaan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya KDM, pekerja memperoleh upah sekitar Rp5 juta per bulan, belum termasuk upah lembur yang diproyeksikan dapat meningkatkan penghasilan hingga sekitar Rp6 juta.
Rencana pelatihan berbasis SMK ini diharapkan menjadi langkah strategis untuk menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja lokal, sekaligus meningkatkan kesiapan masyarakat menghadapi peluang kerja di kawasan industri Subang.***
Penulis : Gr