DN.com – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Barat menggelar syukuran atas dilantiknya Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri).
Kegiatan tersebut digelar di kantor BNN di Bandung. Kepala BNNP Jawa Barat Brigjen Pol. Sulistyo Pudjo Hartono, S.I.K., M.Si., menyampaikan rasa syukur atas pelantikan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.
“Pertama, kita mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas terpilih dan dilantiknya Bapak Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Ini merupakan hal yang luar biasa dan patut kita syukuri,” ujar Sulistyo Pudjo Hartono. Senin (5/10/2026).
Menurutnya, pergantian kepemimpinan di tubuh Polri diharapkan dapat membawa kemudahan dalam menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa, termasuk dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kita berharap kepemimpinan beliau diberikan kemudahan oleh Allah SWT dalam mengatasi berbagai masalah dan dikuatkan dalam menghadapi berbagai persoalan yang ada di Indonesia,” katanya.
Ia juga berharap kepemimpinan Suyudi Ario Seto dapat semakin memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.
“Mudah-mudahan beliau bisa mengatasi berbagai permasalahan yang ada dengan baik. Kami juga berharap di bawah kepemimpinan beliau, Polri ke depan semakin dicintai masyarakat dan dapat terus bersama masyarakat menuju Indonesia 2045,” ujar Sulistyo kepada DeltaNusantara.com.
Profil Singkat Suyudi Ario Seto
Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994. Kariernya banyak dibangun melalui bidang reserse dan penyidikan, termasuk di lingkungan Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri.
Dalam perjalanan kariernya, Suyudi pernah menduduki sejumlah jabatan kewilayahan dan strategis, termasuk Kapolres Metro Jakarta Pusat, Wakapolda Metro Jaya, serta Kapolda Banten.
Pada 25 Agustus 2025, Suyudi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) menggantikan Komjen Pol. Marthinus Hukom. Ia kemudian menyandang pangkat Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.) pada September 2025.
Selama memimpin BNN, Suyudi mengedepankan penguatan pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika, termasuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam program P4GN.
Kariernya kembali memasuki babak baru setelah Presiden Prabowo Subianto mengusulkan Suyudi sebagai calon Kapolri melalui surat kepada DPR pada 30 September 2026.
Sehari kemudian, 1 Oktober 2026, Suyudi menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI. Komisi III menyetujui pencalonannya secara aklamasi, yang kemudian disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI.
Pada hari yang sama, Suyudi resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Dalam uji kelayakan di DPR, Suyudi mengusung visi “Polri Bersama Masyarakat” sebagai arah kepemimpinannya. Ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat serta ruang koreksi terhadap institusi Polri.
Suyudi juga menyampaikan bahwa keberhasilan Polri tidak hanya diukur dari banyaknya program atau kegiatan, tetapi dari aspek keamanan masyarakat, kemudahan masyarakat dalam melapor, kecepatan pelayanan, kepastian penanganan perkara, perlindungan korban, serta penerapan hukum yang adil.
Dengan pengalaman di bidang reserse, kepemimpinan kewilayahan, serta pengalamannya memimpin BNN, Suyudi kini mengemban tanggung jawab sebagai pimpinan tertinggi Korps Bhayangkara.***
Penulis : Moh Asep
Editor : GR