KSPI Peringatkan Gelombang PHK dalam 3 Bulan, Dampak Konflik Global dan Kebijakan Impor

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 7 April 2026 - 20:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan potensi terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam tiga bulan ke depan. Foto. Ilustrasi.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan potensi terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam tiga bulan ke depan. Foto. Ilustrasi.

 

DN.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengungkapkan potensi terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam tiga bulan ke depan. Selasa (7/4/2026).

Menurut Said, ancaman PHK tersebut dipicu oleh dua faktor utama, yakni eskalasi konflik di Timur Tengah serta kebijakan impor mobil pikap dalam program Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah Putih yang dinilai dapat menekan industri dalam negeri.

“Di tengah ancaman konflik ini, PHK besar-besaran berpotensi terjadi dalam tiga bulan ke depan. Kami mendapatkan informasi tersebut,” ujar Said dalam konferensi pers daring, Senin (6/4/2026).

Baca Juga:  Dilaporkan ke KPK, Dugaan Korupsi Haji 2025 Menag Klaim Tak Ada Masalah

Ia menjelaskan, konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah mendorong kenaikan harga energi global.

Kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya biaya produksi industri, terutama pada sektor energi seperti bahan bakar dan listrik.

Meski pemerintah belum menaikkan harga BBM subsidi maupun non-subsidi, Said menyebut harga energi untuk industri tetap mengikuti mekanisme pasar global.

Said menambahkan, sejumlah perusahaan bahkan telah memberikan sinyal kepada serikat pekerja terkait kemungkinan PHK.

Jika biaya produksi terus meningkat dan tidak diimbangi dengan kenaikan harga jual produk, maka pengurangan tenaga kerja menjadi opsi yang sulit dihindari.

Baca Juga:  11 Tersangka Dugaan Korupsi Ekspor CPO, Kerugian Negara Mencapai Rp10,6 Triliun

“Panjang konflik ini akan menekan biaya produksi, khususnya pada penggunaan bahan bakar untuk mesin, turbin, listrik, dan kebutuhan energi lainnya.

Hal ini berujung pada pembengkakan biaya yang tidak bisa diimbangi dengan kenaikan harga jual,” jelasnya.

Selain faktor global, Said juga menyoroti kebijakan impor 160 ribu unit mobil pikap dalam program Kopdes Merah Putih.

Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi mengurangi peluang penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.

Baca Juga:  Balik Nama Kendaraan Kini Lebih Mudah dan Murah, Tak Perlu Lagi Pinjam KTP Pemilik Lama

“Seharusnya produksi dalam negeri bisa menyerap 20 ribu hingga 50 ribu tenaga kerja. Namun peluang itu hilang karena impor, yang justru menguntungkan tenaga kerja dari luar negeri,” ujarnya.

Ia memperingatkan, jika kebijakan impor terus berlanjut dan permintaan produksi dalam negeri menurun, maka pekerja kontrak akan menjadi pihak pertama yang terdampak.

“Ketika pesanan berkurang, karyawan kontrak tidak diperpanjang. Sebaliknya, jika produksi dilakukan di dalam negeri, kontrak bisa diperpanjang bahkan membuka lapangan kerja baru,” pungkas Said.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang
Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 
Gus Ipul Ungkap 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Transaksi Tembus Rp2 Miliar
Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri
Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi
Mahfud MD Soroti Prabowo yang Kini Jarang ke Luar Negeri dan Lebih Hati-Hati Berpidato
KPK Bongkar Dugaan Jual-Beli Kursi Kuliah, Kampus Lain Diminta Waspada

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang

Selasa, 8 September 2026 - 17:48 WIB

Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 

Selasa, 8 September 2026 - 17:23 WIB

Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri

Kamis, 3 September 2026 - 06:59 WIB

Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Rabu, 2 September 2026 - 19:44 WIB

Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi

Berita Terbaru