Usulan Anggaran Pertahanan Rp667 Triliun, Pemerintah Baru Setujui Rp139 Triliun

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kebutuhan anggaran Kemenhan tembus Rp667 triliun, terkendala pagu APBN Rp139 triliun.

Kebutuhan anggaran Kemenhan tembus Rp667 triliun, terkendala pagu APBN Rp139 triliun.

 

DN.com – Kementerian Pertahanan (Kemenhan) mengajukan kebutuhan anggaran sebesar Rp667 triliun untuk tahun anggaran mendatang. Dikutip Minggu (2/8/2026).

Dana tersebut dibutuhkan guna mendukung berbagai program strategis, mulai dari modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista), peningkatan kesiapan tempur, hingga penguatan sumber daya manusia dan infrastruktur pertahanan.

Kemenhan menjelaskan, besarnya kebutuhan anggaran tersebut sejalan dengan agenda pembangunan kekuatan pertahanan nasional jangka panjang untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Subianto Melantik Arif Satria sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional

Namun, usulan tersebut belum dapat dipenuhi sepenuhnya. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan pagu anggaran indikatif Kementerian Pertahanan sebesar Rp139 triliun, jauh lebih rendah dari nilai yang diajukan.

Pemerintah menilai alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus dibagi secara proporsional ke berbagai sektor prioritas, seperti pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, serta program perlindungan sosial.

Baca Juga:  Harga Beras Dunia Jatuh, Disinyalir Indonesia Jadi Penyebabnya?

Karena itu, setiap kementerian dan lembaga diminta menyesuaikan rencana kerjanya dengan kemampuan fiskal negara.

Selisih yang cukup besar antara kebutuhan dan pagu anggaran tersebut mencerminkan tantangan pemerintah dalam menyeimbangkan kebutuhan sektor pertahanan dengan kondisi keuangan negara.

Meski demikian, Kementerian Pertahanan memastikan program-program prioritas tetap akan dijalankan secara bertahap dengan mengutamakan kebutuhan yang paling mendesak.

Baca Juga:  Skema Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari Bakal Diubah, Ini Kata Menkeu

Pemerintah juga membuka peluang evaluasi dan penyesuaian anggaran pada tahapan berikutnya agar target pembangunan kekuatan pertahanan nasional tetap berjalan tanpa mengganggu stabilitas fiskal.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang
Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih
Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara
KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:32 WIB

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara

Berita Terbaru