DN.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah telah merealisasikan anggaran sebesar Rp101,1 triliun untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga saat ini, program tersebut telah menjangkau 63,13 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Selasa (4/8/2026).
Purbaya menjelaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dioptimalkan untuk menjalankan tiga fungsi utama, yakni sebagai shock absorber, agent of development, dan pelindung masyarakat miskin serta rentan.
Selain itu, APBN juga berperan menjaga daya beli masyarakat melalui berbagai program subsidi.
“Sebagai agent of development, APBN diarahkan untuk mengakselerasi pelaksanaan program prioritas, termasuk Program Makan Bergizi Gratis yang telah merealisasikan anggaran sebesar Rp101,1 triliun untuk 63,13 juta penerima manfaat,” ujar Purbaya dalam konferensi pers hasil rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di kantor LPS, Jakarta, pada Senin (3/8/).
Selain program MBG, pemerintah juga mengalokasikan Rp13,1 triliun untuk pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen.
Sementara itu, berbagai program perlindungan sosial bagi masyarakat miskin dan rentan tetap dilanjutkan.
Realisasi anggaran untuk Program Keluarga Harapan (PKH) mencapai Rp14,5 triliun, Kartu Sembako sebesar Rp19,7 triliun, dan Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp8,8 triliun.
Pendapatan Negara Tumbuh Positif Purbaya juga memaparkan kinerja APBN hingga akhir triwulan II 2026.
Pendapatan negara tercatat mencapai Rp1.459,4 triliun, atau tumbuh 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Penerimaan perpajakan mencapai Rp1.035,7 triliun, meningkat 24,6 persen secara tahunan.
Kenaikan tersebut didorong oleh membaiknya aktivitas ekonomi, implementasi sistem Coretax, serta penguatan intensifikasi dan ekstensifikasi perpajakan.
Sementara itu, penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai mencapai Rp152 triliun atau tumbuh 3,4 persen, sedangkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) terealisasi sebesar Rp271 triliun, meningkat 21,6 persen.
Di sisi belanja, realisasi belanja negara hingga akhir triwulan II 2026 mencapai Rp1.656 triliun, atau naik 17,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Adapun belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp1.298,6 triliun, tumbuh 29,4 persen secara tahunan.
Menurut Purbaya, peningkatan belanja tersebut dipengaruhi oleh pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Mulai dari penyaluran bantuan sosial, pembangunan infrastruktur, pembayaran THR dan gaji ke-13 aparatur negara, pembayaran manfaat pensiun, serta subsidi dan kompensasi BBM maupun listrik.***
Penulis : Redaksi