Indramayu Masuk Proyek Tanggul Laut Raksasa, Solusi Atasi Banjir Rob di Pantura

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Indramayu menjadi salah satu wilayah prioritas dalam pembangunan megaproyek Giant Sea Wall (GSW).

Kabupaten Indramayu menjadi salah satu wilayah prioritas dalam pembangunan megaproyek Giant Sea Wall (GSW).

 

DN.com – Kabupaten Indramayu menjadi salah satu wilayah prioritas dalam pembangunan megaproyek Giant Sea Wall (GSW) atau tanggul laut raksasa sepanjang sekitar 575 kilometer di kawasan Pantai Utara (Pantura) Jawa.

Proyek ini dipercepat oleh pemerintah pusat sebagai upaya melindungi wilayah pesisir dari ancaman banjir rob, abrasi, penurunan muka tanah, serta dampak perubahan iklim.

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, menyambut baik pembangunan tersebut. Menurutnya, keberadaan Giant Sea Wall sangat penting karena Indramayu merupakan salah satu daerah paling rentan terhadap banjir rob di Pantura.

Baca Juga:  Polda Jabar Melakukan Pemusnahan Barang Bukti Narkoba Jenis Sabu dan Tembakau Sintetis

“Program ini sangat penting untuk melindungi masyarakat dari ancaman banjir rob yang selama ini sering terjadi,” ujar Lucky. Dikutip Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, banjir rob dan abrasi tidak hanya mengancam permukiman warga, tetapi juga berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan petani tambak.

Pemerintah Kabupaten Indramayu pun menyatakan siap mendukung penuh pelaksanaan proyek strategis nasional tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Baca Juga:  Lima Pelaku Spesialis Pembobolan Mesin ATM Diringkus Satreskrim Polres Subang

“Kami siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan agar program ini berjalan optimal,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkapkan kondisi pesisir Pantura Jawa semakin mengkhawatirkan akibat kenaikan muka air laut dan perubahan iklim.

Menurutnya, kenaikan muka air laut saat ini mencapai sekitar 0,8 hingga 1,2 sentimeter per tahun, yang meningkatkan risiko banjir rob dan kerusakan infrastruktur di wilayah pesisir.

Baca Juga:  Pengusaha Muda Berparas Cantik Mengundang 40 Anak Panti Asuhan Ke Rumah Kediamannya untuk Makan Bersama

“Penanganan kawasan pesisir tidak bisa dilakukan secara parsial. Harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir,” tegas AHY.

Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah menyiapkan pembangunan Giant Sea Wall yang mencakup tanggul laut (offshore dike) dan tanggul pantai (coastal dike), serta pendekatan berbasis lingkungan seperti konservasi mangrove.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan penataan kawasan pesisir, pengembangan ekonomi berkelanjutan, serta menyiapkan relokasi yang layak bagi masyarakat terdampak banjir rob dan abrasi.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Pemprov Jabar Siapkan Peremajaan Angkot Listrik, Sopir Diproyeksikan Jadi Pemilik Armada
Milangkala ke-39 Sukses Digelar, Camat Tanjungsiang: Semangat Gotong Royong Jadi Kekuatan Membangun Daerah
Atasi Kelangkaan LPG 3 Kg, Bupati Subang Koordinasi dengan Kementerian
Ombudsman Jabar Naikkan Status Laporan MASL, Bupati Sumedang Diperiksa Dugaan Maladministrasi Proyek Geothermal Tampomas
Bandung Raya Siapkan BRT Terintegrasi, Farhan Targetkan Tarif Rp7.000 dan Angkot Jadi Feeder
Semarak Milangkala ke-39, Kirab Pataka Saba Desa Perkuat Kebersamaan Warga Tanjungsiang
664 Bangunan Liar dan Lapak PKL Ditertibkan, Pemkot Bandung Tegaskan Penegakan Aturan Secara Humanis
Perkuat Sinergitas TNI-Polri, Kapolda Jabar Kunjungi Kodam III/Siliwangi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:08 WIB

Pemprov Jabar Siapkan Peremajaan Angkot Listrik, Sopir Diproyeksikan Jadi Pemilik Armada

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:32 WIB

Milangkala ke-39 Sukses Digelar, Camat Tanjungsiang: Semangat Gotong Royong Jadi Kekuatan Membangun Daerah

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:10 WIB

Ombudsman Jabar Naikkan Status Laporan MASL, Bupati Sumedang Diperiksa Dugaan Maladministrasi Proyek Geothermal Tampomas

Rabu, 22 Juli 2026 - 21:21 WIB

Bandung Raya Siapkan BRT Terintegrasi, Farhan Targetkan Tarif Rp7.000 dan Angkot Jadi Feeder

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:24 WIB

Semarak Milangkala ke-39, Kirab Pataka Saba Desa Perkuat Kebersamaan Warga Tanjungsiang

Berita Terbaru