Penjualan Mobil Melonjak April 2026, Tren Mobil Listrik Kian Menguat

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 18:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penjualan mobil di Indonesia melonjak signifikan pada April 2026.

Penjualan mobil di Indonesia melonjak signifikan pada April 2026.

 

DN.com – Penjualan mobil di Indonesia melonjak signifikan pada April 2026, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap kendaraan, terutama mobil listrik.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan wholesales mencapai 80.776 unit. Senin (11/5/2026).

Angka ini naik 55% dibanding April 2025 yang sebesar 52.108 unit. Jika dibandingkan Maret 2026, kenaikannya juga cukup tinggi, yakni 31,8%.

Lonjakan ini terjadi setelah pasar otomotif sempat melambat saat periode Lebaran. Pada Maret, distribusi mobil turun 13,8% akibat aktivitas dealer dan pembelian masyarakat yang tertahan libur panjang.

Memasuki April, pasar kembali bergerak normal dan konsumen mulai kembali ke showroom.

Dari sisi retail sales atau penjualan dari dealer ke konsumen, tren positif juga terlihat. Penjualan ritel April mencapai 75.730 unit, naik 13,7% dibanding Maret, dan tumbuh 30,2% secara tahunan.

Baca Juga:  Jaksa Agung Lakukan Mutasi Besar-Besaran, 31 Kajari di Seluruh Indonesia

Secara kumulatif, wholesales selama Januari–April 2026 mencapai 289.787 unit atau naik 12,5% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Di tengah kenaikan tersebut, tren mobil listrik semakin menonjol. Meningkatnya biaya hidup, harga BBM, cicilan kendaraan, hingga ongkos operasional harian membuat konsumen mulai mempertimbangkan ulang kepemilikan mobil berbahan bakar bensin.

Dalam dua tahun terakhir, kenaikan harga BBM nonsubsidi mendorong konsumen mencari alternatif yang lebih efisien.

Mobil listrik dinilai lebih hemat karena biaya pengisian energi lebih rendah dan perawatan kendaraan lebih sederhana.

Baca Juga:  Wagub Jabar Tegaskan Komitmen Berantas Praktik LGBT, ASN Terbukti Melanggar Terancam Sanksi Tegas

Sejumlah studi internasional juga menunjukkan biaya operasional mobil listrik lebih efisien dibanding kendaraan konvensional.

Di Indonesia, perhitungan sederhana menunjukkan biaya pengisian daya untuk penggunaan harian relatif lebih murah dibanding konsumsi bensin mobil bermesin menengah.

Selain itu, insentif pemerintah turut mendorong minat pasar. Berbagai kebijakan seperti Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP).

Hal yang paling utama pajak kendaraan yang lebih rendah di sejumlah daerah membuat harga mobil listrik semakin kompetitif, terutama di segmen entry level.

Meski demikian, kepemilikan mobil listrik masih memiliki tantangan. Harga beli yang relatif tinggi, kebutuhan instalasi home charger, peningkatan daya listrik rumah, hingga potensi biaya penggantian baterai menjadi pertimbangan tersendiri bagi konsumen.

Baca Juga:  Segera Cair Rp600.000 ! BLT Peralihan Subsidi BBM Akan Segera Disalurkan, Berkah Bagi Keluarga Penerima Manfaat

Melihat tren ini, perbankan dan lembaga pembiayaan mulai agresif menawarkan kredit kendaraan listrik.

Skema tenor panjang dan uang muka ringan menjadi strategi untuk menarik konsumen di tengah tekanan biaya hidup.

Gaikindo menargetkan penjualan mobil nasional sepanjang 2026 mencapai 850 ribu unit, naik 5,8% dibanding realisasi tahun lalu sebesar 803.687 unit.

Jika tren efisiensi terus berkembang, pasar otomotif Indonesia diperkirakan akan memasuki fase baru, di mana keputusan membeli kendaraan semakin didasarkan pada perhitungan biaya, bukan sekadar merek atau desain.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Prabowo Lantik Pimpinan Universitas Republik Indonesia, Siapkan Kampus Pencetak Calon Pemimpin Bangsa
Menkeu Bertemu Kepala BGN Pekan Depan, Bahas Efisiensi Anggaran Program MBG
KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anggota DPR dalam Kasus Dugaan Suap Dana Hibah Pokmas Jatim
Prabowo Rombak Struktur BGN, Lima Pejabat Eselon I Resmi Dilantik Perkuat Program MBG
Prabowo Resmi Tetapkan Asep Nana Mulyana sebagai Wakil Jaksa Agung Lewat Keppres
Istana Jelaskan Alasan Prabowo dan Gibran Tak Duduk Berdampingan di Sidang Kabinet Paripurna
Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur, Fokus Berobat Penyakit Jantung atas Restu Presiden Prabowo
Rencana Pemerintah Gandeng PT Pindad Produksi Tabung CNG 3 Kg

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:47 WIB

Prabowo Lantik Pimpinan Universitas Republik Indonesia, Siapkan Kampus Pencetak Calon Pemimpin Bangsa

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:36 WIB

Menkeu Bertemu Kepala BGN Pekan Depan, Bahas Efisiensi Anggaran Program MBG

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:26 WIB

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anggota DPR dalam Kasus Dugaan Suap Dana Hibah Pokmas Jatim

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:18 WIB

Prabowo Rombak Struktur BGN, Lima Pejabat Eselon I Resmi Dilantik Perkuat Program MBG

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:36 WIB

Prabowo Resmi Tetapkan Asep Nana Mulyana sebagai Wakil Jaksa Agung Lewat Keppres

Berita Terbaru