Aksi Sopir Angkot di Cisalak Berujung Kesepakatan: Plat Hitam Dibatasi Pagi Hari

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 15:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Samapta Polres Subang, AKP Irliyanto, didampingi Kapolsek Cisalak AKP. Endang Pitarna.

Kasat Samapta Polres Subang, AKP Irliyanto, didampingi Kapolsek Cisalak AKP. Endang Pitarna.

DN.com – Puluhan sopir angkutan kota (angkot) di wilayah selatan Kabupaten Subang menggelar unjuk rasa di Jalan Kapuknahun, Desa Darmaga, Kecamatan Cisalak, Kamis (7/5/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap maraknya mobil pribadi berpelat hitam yang mengangkut pelajar, yang dinilai mengurangi pendapatan sopir angkot.

Dalam aksinya, para sopir angkot menuntut adanya keadilan, khususnya pengaturan jam operasional kendaraan pelat hitam agar tidak bersaing langsung dengan angkutan umum.

Baca Juga:  Berikut Ini Jabatan Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba Polres Subang Terbaru

Unjuk rasa berlangsung aman, tertib, dan kondusif dengan pengawalan dari jajaran Polres Subang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimcam Cisalak, Organda, serta Dinas Perhubungan (Dishub).

Kasat Samapta Polres Subang, AKP Irliyanto, didampingi Kapolsek Cisalak, menyampaikan bahwa pihaknya bersama Forkopimcam dan pemerintah desa telah memfasilitasi musyawarah antara kedua belah pihak.
“Dari hasil musyawarah, disepakati beberapa opsi.

Opsi pertama, kendaraan pelat hitam hanya diperbolehkan mengangkut penumpang pada pagi hari, sementara siang hari dilayani oleh angkutan umum.

Baca Juga:  Polda Jabar Gelar Seminar Hukum Bidkum 2025: Sinergitas Aparat Penegak Hukum dan Pemberlakuan KUHP Baru

Opsi kedua, kendaraan pelat hitam hanya mengantar pelajar sampai ke jalan raya,” ujarnya.

Dari dua opsi tersebut, kedua pihak akhirnya sepakat memilih opsi pertama, yakni kendaraan pelat hitam hanya beroperasi pada pagi hari, sedangkan siang hari sepenuhnya menjadi layanan angkot.

“Semoga kesepakatan ini berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan ke depan.

Baca Juga:  Polres Garut Lakukan Olah TKP Kasus Gantung Diri di Karangpawitan, Polisi Masih Melakukan Penyelidikan 

Kita berharap wilayah jalur selatan tetap aman dan kondusif,” tambahnya.

Di tempat terpisah, salah satu sopir angkot berinisial D menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polres Subang, Forkopimcam, Dishub, serta Organda atas respons cepat dan solusi yang diberikan.

Ia berharap kesepakatan ini dapat dijalankan secara konsisten oleh semua pihak demi menjaga ketertiban dan keberlangsungan mata pencaharian sopir angkot.***

Penulis : Gr

Berita Terkait

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru