Kirab Mahkota Binokasih: Menghidupkan Sejarah Sunda dan Menggerakkan Ekonomi Rakyat

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 18:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahkota Binokasih Sanghyang Pake.

Mahkota Binokasih Sanghyang Pake.

Judul:

DN.com – Sejarah Sunda kerap terasa seperti membaca novel yang kehilangan bagian penting di tengah cerita.

Di tanah yang menjunjung filosofi Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh, jejak fisik kejayaan masa lalu memang tidak selalu terlihat jelas. Senin (11/5/2026).

Namun, ada satu peninggalan yang tetap bertahan melampaui waktu: Mahkota Binokasih Sanghyang Pake.

Mahkota Binokasih yang terbuat dari emas murni seberat sekitar 8 kilogram dan telah berusia lebih dari enam abad bukan sekadar simbol kemewahan.

Baca Juga:  Kirab Mahkota Binokasih Semarakkan Milangkala Tatar Sunda 2026 di Sumedang

Lebih dari itu, mahkota ini menjadi penopang identitas Sunda agar tidak hilang di tengah arus globalisasi.

Ini menjadi bukti nyata bahwa peradaban Sunda pernah memiliki sistem pemerintahan yang mapan dan simbol kedaulatan yang kuat.

Prosesi kirab Mahkota Binokasih dari ruang museum ke ruang publik menjadi langkah simbolis yang penting.

Kirab ini melintasi delapan titik sejarah di Jawa Barat, mulai dari Sumedang, Galuh, hingga berakhir di Bandung.

Upaya ini bukan hanya seremonial, tetapi juga bertujuan menghidupkan kembali sejarah yang selama ini terasa “beku”, terutama bagi generasi muda agar tidak kehilangan jati diri.

Baca Juga:  Yayasan Bakti Anak Negeri (YBAN) Direncanakan Segera Bangun Ponpes Terpadu Rehabilitasi Narkoba

Selain nilai sejarah, kirab ini juga membawa dampak ekonomi yang nyata.

Pergerakan masyarakat di setiap daerah yang disinggahi mulai dari Kawali, Tasikmalaya, Cianjur, Bogor, Karawang hingga Cirebon mendorong aktivitas ekonomi lokal.

Kehadiran ribuan warga menjadi peluang bagi pedagang kecil dan pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan.

Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan budaya dapat menjadi penggerak ekonomi yang inklusif.

Terkait anggapan bahwa kirab ini mengandung unsur mistik dan bertentangan dengan norma agama, hal tersebut merupakan bagian dari dinamika persepsi di ruang publik.

Baca Juga:  38 Desa di Kabupaten Sumedang Dapatkan 1 Unit Motor Sampah Baru, Bupati: Tidak Ada Lagi Desa yang Belum Terlayani 

Namun pada dasarnya, kegiatan ini merupakan bentuk edukasi sejarah dan penghormatan terhadap warisan leluhur, tanpa kaitan dengan praktik keagamaan tertentu.

Pada akhirnya, kirab Mahkota Binokasih bukan sekadar menampilkan benda bersejarah. Ia menjadi simbol bahwa masyarakat Sunda tidak melupakan akar budayanya.

Meski jejak fisik peradaban bisa hilang, semangat dan nilai-nilainya akan tetap hidup selama terus dijaga dan dihormati.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru