Pemprov Jabar Kembali Buka Hibah dan Bansos untuk RKPD 2027, Fokus ke Kebutuhan Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali membuka skema hibah dan bantuan sosial (bansos) dalam kebijakan pembangunan tahun 2027.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali membuka skema hibah dan bantuan sosial (bansos) dalam kebijakan pembangunan tahun 2027.

 

DN.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali membuka skema hibah dan bantuan sosial (bansos) dalam kebijakan pembangunan tahun 2027, setelah sebelumnya sempat tidak tersedia. Kamis (16/4/2026).

Kebijakan ini menjadi bagian dari perubahan arah pembangunan yang kini memperluas jangkauan bantuan hingga ke tingkat kabupaten/kota dan desa.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, MQ Iswara, menyampaikan bahwa dalam struktur usulan terbaru penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, variasi bantuan yang disiapkan pemerintah daerah semakin bertambah.

Baca Juga:  Respon Cepat Unit Reskrim Polsek Tanjungsiang Berhasil Menangkap Dua Pelaku Curanmor

“Tercatat ada tujuh item bantuan untuk desa, 19 item bantuan keuangan bagi kabupaten/kota, 34 item hibah, serta dua item bansos,” ujarnya usai Musrenbang tingkat provinsi di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada Rabu (15/4/2026).

Menurutnya, dibukanya kembali skema hibah dan bansos menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang sebelumnya belum terfasilitasi dalam anggaran.

Baca Juga:  LMPI Kabupaten Bandung Salurkan Paket Sembako untuk Korban Banjir di Cihonje

Hibah pun dimungkinkan kembali diberikan untuk berbagai lembaga seperti pesantren, yayasan, dan masjid.

Selain itu, distribusi anggaran ke depan diperkirakan akan lebih banyak mengalir langsung ke daerah, seiring bertambahnya jenis program bantuan tersebut.

Hal ini dinilai sebagai bagian dari perubahan orientasi pembangunan yang tidak lagi semata berfokus pada proyek infrastruktur kewenangan provinsi, melainkan menyasar kebutuhan riil masyarakat di tingkat lokal.

Baca Juga:  Tinjau Pembangunan, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Ajak Wali Kota Depok Supian Suri Riding Keliling Jawa Barat

Meski demikian, Iswara menegaskan bahwa seluruh usulan program tetap akan disesuaikan dengan kemampuan fiskal daerah.

“Pada akhirnya akan diprioritaskan. Kebutuhan tinggi, usulan banyak, tetapi likuiditas terbatas,” katanya.

Saat ini, DPRD Jawa Barat masih menunggu hasil evaluasi keuangan, termasuk audit dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), sebelum pembahasan anggaran tahun 2027 masuk ke tahap Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru