Spaduk Penuhi Halaman Kantor Desa Tanjungsiang Bertuliskan Permohonan Kepala Desa Mengundurkan diri

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 3 Februari 2025 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polemik kepemimpinan Kepala Desa Tanjungsiang yang selama 2 tahun terpendam dan hanya jadi perbincangan di masyarakat kini mulai mencuat ke permukaan. 

Polemik kepemimpinan Kepala Desa Tanjungsiang yang selama 2 tahun terpendam dan hanya jadi perbincangan di masyarakat kini mulai mencuat ke permukaan. 

 

Deltanusantara.com – Polemik kepemimpinan Kepala Desa Tanjungsiang yang selama 2 tahun terpendam dan hanya jadi perbincangan di masyarakat kini mulai mencuat ke permukaan.

Hal tersebut terlihat jelas dengan banyaknya spaduk yang terpasang memenuhi halaman depan kantor Desa Tanjungsiang. Senin 3 Pebruari 2025.

Keinginan mundurnya Kepala Desa Tanjungsiang ini tentunya sangat berdasar, pasalnya Kondisi Kepala Desa Tanjungsiang Suryana tidak dapat menjalankan tugasnya dengan semestinya.

Hal tersebut didasari atas kondisi fisik Kepala Desa Tanjungsiang yang sakit pada tahun 2022 hingga struk yang dideritanya.

Hingga 2 tahun berjalan kondisi nya belum juga stabil. Atas dasar inilah yang dinilai para tokoh dan masyarakat Desa Tanjungsiang agar Kepala Desa untuk legowo mengundurkan diri.

Pada sebelumnya BPD melalui Ketua BPD telah melayangkan terkait permasalahan tersebut kepda Dispemdes Kabupaten Subang.

Namun pihak Dispemdes belum juga memberikan tanggapan hingga masyarakat desa Tanjungsiang pun melakukan aksi dengan pemasangan spanduk dipagar depan kantor desa.

Baca Juga:  Polemik Pagar Laut Tangerang, Diduga Sejumlah Oknum Kades Turut Tersered, Hingga Dilaporkan ke Kejagung 

Menanggapi hal tersebut, salah satu tokoh masyarakat H. Aep Konsukur mengatakan, saya, sangat paham dengan apa yang diharapkan para tokoh dan masyarakat lainya atas keinginan nya tersebut.

Ia menilai sebenarnya Kepala Desa sendiri menyadari atas kondisi fisik yang dialaminya dengan kondisi fisiknya tersebut yang bersangkutan tidak bisa beraktivitas sebagaimana mestinya.

Tentunya yang bersangkutan paham resiko yang akan menimpanya baik secara moral dan totalitas kinerjanya yang jauh dari kata maksimal,”ujar dia dilansir dari hallo.Id

Lebih lanjut H. Aep Konsukur menjelaskan Kepala desa sudah 2 tahun kerjanya terbatas, sehubungan tidak bisa berjalan jauh, jadi hanya hadir di Kantor desa, selain itu bicaranya juga tidak sulit untuk disimak.

Baca Juga:  Beberapa Bupati dan Walkot di Jabar Membolehkan "Study Tour", Dedi Mulyadi: Pendidikan Harus Bebas dari Eksploitasi Siswa

Saya kasian dan tidak tega melihat kondisi kepala desa, beliau hanya hadir di desa sebatas untuk menandatangani saja.

Semisal ada kesalahan administrasi maka beliaulah yang kena getahnya, kan kasian,” ucapnya.

Atas kondisi tersebut saya pun berharap, agar Kepala desa dan Keluarga nya untuk bijak menyikapinya.

Saya pun mendengar pembicaraan dari sejumlah tokoh dan masyarakat akan melakukan demo di Kantor desa, bila pihak yang bersangkutan (kepala desa dan keluarga nya) tidak merespon keinginan dari masyarakat,”tuturnya.

Bila itu terjadi maka secara tidak langsung kepala desa dan keluarga nya akan dipermalukan.

Jangan sampai hal itu terjadi lah, kasian beliau itu dalam keadaan kondisi yang demikian, jangan lagi ditambah dengan beban mental dan moral,”tandasnya.

UT salah satu tokoh masyarakat mengatakan, saya berpendapat bahwa kepala desa tidak mau mengundurkan diri karena dipertahankan oleh Istinya

Baca Juga:  Jelang Pilkades, Camat Tanjungsiang Rano Tekankan Netralitas dan Integritas Panitia

Pendapat saya ini berdasarkan inpormasi dari berbagai sumber dari tokoh dan masyarakat lainnya,”tuturnya.

Bila inpormasi, ini benar sungguh sangat naif dan tega dengan sikap dari istri kepala desa yang memperlihatkan sikap tidak bijak dan tak terpuji.

Semisal Kepala Desa baik-baik saja kondisi nya atau sehat walafiat, keinginan masyarakat agar Kepala desa mengundurkan diri tidak akan terjadi,”ucapnya.

Jangan sampai gagal paham keinginan kepala desa untuk mengundurkan diri karena masyarakat kasian kepada kepala desa yang kondisinya fisiknya seperti itu.

Jangankan kerja untuk publik untuk mengurus dirinya sendiri itu perlu bantuan orang lain,”jelas dia.

Sementara itu menurut keterangan dari berbagai sumber Camat Tanjungsiang saat ini sedang melakukan koordinasi dengan Pemkab Subang.***

 

Simak artikel terbaru deltanusantara.com melalui Google News

Penulis : Gerry

Berita Terkait

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar
Bandung Kembali Kondusif Usai Kericuhan, Belasan Polisi Terluka Diserang OTK
100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara
Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas
Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari
Kapolda Jabar Gandeng Petani Tanam Bawang Putih, Siapkan Dukungan untuk Panen Raya Nasional
Syukuran Kantor Sementara, DPK PERADI Profesional Subang Perkuat Komitmen Pelayanan Hukum

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Polda Jabar Tangkap Oknum Dokter, Diduga Perkosa Anak Kandung Berusia 4 Tahun

Rabu, 21 Oktober 2026 - 22:40 WIB

Kejati Jabar Tahan Wakil Bupati Indramayu dalam Kasus Dugaan Korupsi Rp18,7 Miliar

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:07 WIB

100 Siswa dan Guru di Cirebon Diduga Keracunan MBG, Operasional SPPG Dihentikan Sementara

Senin, 19 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Camat Sagalaherang Sambangi Lima Cakades Leles, Ajak Jaga Persatuan dan Kondusivitas

Senin, 19 Oktober 2026 - 07:17 WIB

Polda Jabar Bongkar Gudang Obat Keras di Bandung, Potensi Produksi Capai 8 Juta Pil per Hari

Berita Terbaru