Bahlil Siapkan Pengganti LPG, Gas CNG Diklaim Lebih Murah hingga 30 Persen

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah menyatakan CNG lebih hemat dari LPG.

Pemerintah menyatakan CNG lebih hemat dari LPG.

DN.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terus mencari alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG). Dikutif Kamis (7/5/2026).

Salah satu yang kini didorong pemerintah adalah penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) atau gas alam terkompresi.

Pemerintah menilai penggunaan CNG lebih murah dibandingkan LPG. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Kementerian ESDM, biaya penggunaan CNG disebut bisa menghemat hingga 30 persen.

“CNG itu sudah dilakukan kajian. Harganya jauh lebih murah, kurang lebih sekitar 30 persen lebih murah,” ujar Bahlil usai menghadiri agenda di Istana Negara, pada Rabu (6/5/2026).

Baca Juga:  Subsidi CNG 3 Kg Diklaim Lebih Efisien, Hemat 30 - 40 Persen Dibanding LPG

Menurut Bahlil, harga CNG bisa lebih rendah karena bahan bakunya melimpah di dalam negeri.

Selain itu, pemerintah tidak perlu melakukan impor sehingga biaya distribusi dan transportasi dapat ditekan.

“Jadi kita tidak melakukan impor. Cost transportasinya saja sudah bisa meng-cover,” katanya.

Ia juga menjelaskan, sumber gas untuk CNG tersedia di banyak wilayah penghasil gas di Indonesia sehingga distribusinya dinilai lebih efisien.

Bahlil menambahkan, penggunaan CNG sebenarnya sudah diterapkan dalam skala besar di sejumlah daerah di Pulau Jawa.

Gas tersebut saat ini telah dimanfaatkan di hotel, restoran hingga dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga:  Kabar Baik untuk Guru ASN: TPG 100% Cair Serentak Akhir 2025, Lantas Siapa yang Berhak Menerima?

“Di daerah-daerah Jawa kan sudah dipakai CNG. Hotel, restoran, kemudian dapur-dapur MBG sudah pakai itu,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman mengatakan pemerintah tengah mematangkan pola distribusi dan menyiapkan infrastruktur pendukung untuk percepatan konversi LPG ke CNG.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menekan impor LPG yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan ekonomi nasional.

“Kalau tidak bisa kita konversikan ke sumber lain, impor LPG akan terus bertambah dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Baca Juga:  Bantuan Subsidi Upah Pendidik PAUD Non-Formal Rp600 Ribu, Berikut Syarat yang Harus Disiapkan

Laode menjelaskan, berbeda dengan LPG yang pasokan bahan bakunya terbatas di dalam negeri, sumber gas untuk CNG berasal dari lapangan migas nasional.

Hal itu dinilai dapat menghemat devisa negara sekaligus mengurangi beban subsidi energi.

Pada tahap awal, distribusi CNG akan difokuskan di kota-kota besar di Pulau Jawa yang dinilai paling siap dari sisi infrastruktur.

Pemerintah nantinya akan menerapkan program tersebut secara bertahap ke berbagai daerah di Indonesia.

“Ke depan kita akan mereduksi penggunaan LPG dan menggantikannya dengan CNG,” tandasnya.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang
Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 
Gus Ipul Ungkap 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Transaksi Tembus Rp2 Miliar
Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri
Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi
Mahfud MD Soroti Prabowo yang Kini Jarang ke Luar Negeri dan Lebih Hati-Hati Berpidato
KPK Bongkar Dugaan Jual-Beli Kursi Kuliah, Kampus Lain Diminta Waspada

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang

Selasa, 8 September 2026 - 17:48 WIB

Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 

Selasa, 8 September 2026 - 17:23 WIB

Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri

Kamis, 3 September 2026 - 06:59 WIB

Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Rabu, 2 September 2026 - 19:44 WIB

Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi

Berita Terbaru