Program MBG Putar Ekonomi Daerah, Satu SPPG Kelola Rp1 Miliar per Bulan

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 24 Maret 2026 - 04:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.

 

DN.com – Alokasi dana setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) rata-rata menerima  Rp1 miliar per bulan.

Dana tersebut dinilai mampu mendorong pergerakan ekonomi daerah melalui program makan bergizi gratis (MBG). Selasa (24/3/2026)

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mencontohkan di Jawa Barat terdapat sekitar 5.000 SPPG. Dengan jumlah tersebut, perputaran uang di wilayah itu mencapai Rp5 triliun setiap bulan.

“Jadi, satu SPPG rata-rata menerima Rp1 miliar per bulan. Kalau di Jawa Barat sudah ada 5.000 SPPG, artinya uang yang beredar mencapai Rp5 triliun per bulan.

Baca Juga:  Kejagung Ungkap Dugaan Korupsi MBG Sebabkan Pemborosan Rp10,5 Triliun, Minta Praperadilan Lodewyk Ditolak

Dalam 2,5 bulan terakhir, perputaran dana di Jawa Barat sudah sekitar Rp11–12 triliun. Inilah yang menggerakkan roda ekonomi di daerah,” ujar Dadan.

Dadan menjelaskan, sebagian besar anggaran BGN disalurkan langsung ke daerah melalui mekanisme virtual account yang terhubung dengan seluruh SPPG di Indonesia.

“Sebanyak 93 persen anggaran BGN disalurkan langsung dari KPPN melalui virtual account ke SPPG di seluruh Indonesia yang jumlahnya telah mencapai 25.574. Program ini mendorong pemerataan distribusi dana ke berbagai daerah,” jelasnya.

Baca Juga:  46% Keracunan Pangan di RI Disumbang Program MBG, Kepala BGN: Tapi Mayoritas Bukan dari Makan Bergizi Gratis 

Menurut Dadan, program MBG sejak awal dirancang untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya lokal.

Kebutuhan pangan diharapkan dipenuhi dari produksi daerah setempat, sehingga membuka peluang pasar bagi petani, pelaku usaha, dan industri pangan lokal.

Ia juga menekankan peran SPPG dalam menciptakan lapangan kerja baru di tingkat lokal, mulai dari tenaga operasional hingga tenaga ahli seperti ahli gizi yang direkrut dari masyarakat sekitar.

Baca Juga:  Khusus Keluarga Prasejahtera, Program Pegawai PLN, Ada Sambungan Listrik Gratis Untuk Rakyat Tahun 2025

“Kami berharap terjadi perputaran ekonomi sirkular di daerah. Saat ini sudah mulai disadari pentingnya meningkatkan produktivitas lokal agar ekonomi daerah berkembang.

Banyak kepala daerah juga menginginkan dana yang masuk dibelanjakan untuk bahan baku dari wilayah masing-masing,” ujarnya.

Untuk memastikan program berjalan optimal, BGN menempatkan tenaga ahli gizi di setiap SPPG yang direkrut dari wilayah setempat.

Langkah ini bertujuan agar pemenuhan gizi dapat disesuaikan dengan potensi sumber daya serta kebutuhan masyarakat lokal.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi
Mahfud MD Soroti Prabowo yang Kini Jarang ke Luar Negeri dan Lebih Hati-Hati Berpidato
KPK Bongkar Dugaan Jual-Beli Kursi Kuliah, Kampus Lain Diminta Waspada
Zulhas Evaluasi Program Prioritas Prabowo, Pelaksanaan MBG dan Kopdes Masih Hadapi Tantangan
Nomor HP Dipakai 10 Tahun Bisa Jadi Pertimbangan Pindar Menilai Calon Nasabah
Kepala BGN Ingatkan Mitra SPPG Waspada Penipuan Berkedok Buka Suspend Dapur MBG
Kapolri Mutasi 424 Pati dan Pamen Polri, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 06:59 WIB

Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Rabu, 2 September 2026 - 19:31 WIB

Mahfud MD Soroti Prabowo yang Kini Jarang ke Luar Negeri dan Lebih Hati-Hati Berpidato

Selasa, 1 September 2026 - 17:48 WIB

KPK Bongkar Dugaan Jual-Beli Kursi Kuliah, Kampus Lain Diminta Waspada

Selasa, 1 September 2026 - 08:34 WIB

Zulhas Evaluasi Program Prioritas Prabowo, Pelaksanaan MBG dan Kopdes Masih Hadapi Tantangan

Senin, 31 Agustus 2026 - 23:15 WIB

Nomor HP Dipakai 10 Tahun Bisa Jadi Pertimbangan Pindar Menilai Calon Nasabah

Berita Terbaru