Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 23 April 2026 - 21:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) yang ditargetkan mulai diimplementasikan pada 1 Juli 2026.

Bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) yang ditargetkan mulai diimplementasikan pada 1 Juli 2026.

DN.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan formulasi harga bahan bakar biodiesel 50 persen (B50) yang ditargetkan mulai diimplementasikan pada 1 Juli 2026. Dikutip Kamis (23/4/2026).

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa penetapan harga B50 akan mengacu pada formula yang telah ditetapkan pemerintah.

Harga tersebut nantinya akan diumumkan secara berkala setiap bulan guna memberikan kepastian bagi pelaku usaha maupun masyarakat.

Baca Juga:  KPK: Korupsi di Bea Cukai Dipengaruhi Diskresi dan Lemahnya Integrasi Data 

“Penetapan harga mengikuti formula yang ada, dan akan kami rilis setiap bulan,” ujarnya.

Terkait komponen bahan bakar nabati atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME), ESDM saat ini masih melakukan koordinasi intensif dengan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), khususnya dalam menghitung proyeksi kebutuhan hingga akhir tahun.

“Kami masih melakukan perhitungan bersama Ditjen Migas, termasuk proyeksi hingga Desember.

Ini penting untuk memastikan efisiensi dan potensi penghematan dari sisi penggunaan bahan bakar,” jelasnya.

Baca Juga:  Prabowo Lantik Enam Pejabat Negara di Istana Negara, Dari Menteri hingga Penasihat Presiden

Berdasarkan data Kementerian ESDM, implementasi program B50 diproyeksikan memberikan dampak ekonomi signifikan, terutama melalui peningkatan nilai tambah minyak sawit mentah (CPO).

Dari sisi fiskal, kebijakan ini berpotensi menghemat devisa negara hingga Rp157,28 triliun pada 2026, meningkat dari target program B40 sebelumnya yang sebesar Rp140 triliun.

Dari sisi pasokan, pemerintah optimistis ketersediaan bahan baku FAME mencukupi untuk mendukung implementasi B50.

Baca Juga:  Prabowo Desak Pencopotan Bupati Aceh Selatan yang Tinggalkan Daerah saat Banjir‑Longsor untuk Umrah

“Kami terus menghitung, tetapi secara prediksi pasokan FAME dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan,” tambah Eniya.

Program B50 menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam merespons dinamika energi global sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu menekan ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak.

“Targetnya adalah menekan impor hingga 50 persen. Saat ini, serapan biodiesel sudah mencapai sekitar 25 persen,” pungkasnya.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang
Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 
Gus Ipul Ungkap 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Transaksi Tembus Rp2 Miliar
Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri
Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi
Mahfud MD Soroti Prabowo yang Kini Jarang ke Luar Negeri dan Lebih Hati-Hati Berpidato
KPK Bongkar Dugaan Jual-Beli Kursi Kuliah, Kampus Lain Diminta Waspada

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang

Selasa, 8 September 2026 - 17:48 WIB

Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 

Selasa, 8 September 2026 - 17:23 WIB

Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri

Kamis, 3 September 2026 - 06:59 WIB

Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Rabu, 2 September 2026 - 19:44 WIB

Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi

Berita Terbaru