Menggabungkan Perencanaan dan Eksekusi: Ujian Besar Proyek Kereta Api Era Prabowo

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 20 April 2026 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dedi Mulyadi, meminta seluruh perlintasan kereta api di wilayahnya segera dilengkapi pintu lintasan otomatis atau berbasis digital.

Dedi Mulyadi, meminta seluruh perlintasan kereta api di wilayahnya segera dilengkapi pintu lintasan otomatis atau berbasis digital.

 

DN.com – Arahan Prabowo Subianto untuk membangun jaringan kereta api (KA) di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi bukan sekadar gagasan transportasi.

Kebijakan ini merupakan pernyataan strategis mengenai arah pembangunan Indonesia ke depan dalam memperkuat konektivitas, menurunkan biaya logistik, dan mendorong pemerataan antarwilayah. Senin (20/4/2026).

Dalam konteks negara kepulauan dengan tingkat disparitas yang tinggi, pembangunan jaringan KA lintas pulau menjadi simbol transformasi struktural yang tak lagi bisa ditunda.

Namun, gagasan besar seperti ini tetap membutuhkan pembacaan historis yang matang.

Indonesia bukan tanpa pengalaman dalam membangun sistem transportasi. Pada era Susilo Bambang Yudhoyono, fondasi perencanaan transportasi nasional disusun cukup kuat.

Baca Juga:  DJP Imbau Masyarakat Beli Meterai dari Saluran Resmi, Waspada Meterai Palsu

Berbagai dokumen penting seperti Sistem Transportasi Nasional (Sistranas), Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPNAS), hingga sejumlah masterplan sektoral dirancang dengan pendekatan teknokratis.

Meski demikian, tantangan utama pada masa itu adalah lemahnya implementasi, sehingga banyak rencana besar berhenti sebatas dokumen.

Memasuki era Joko Widodo, pendekatan berubah signifikan. Fokus bergeser dari perencanaan ke eksekusi.

Berbagai proyek strategis seperti LRT Palembang, MRT Jakarta, hingga Kereta Cepat Jakarta-Bandung menjadi bukti kemampuan Indonesia dalam membangun infrastruktur transportasi modern dalam waktu relatif singkat.

Baca Juga:  Kejagung Ungkap Dugaan Korupsi MBG Sebabkan Pemborosan Rp10,5 Triliun, Minta Praperadilan Lodewyk Ditolak

Namun, pendekatan ini juga menyisakan catatan penting, belum semua proyek terintegrasi secara sistemik dalam kerangka transportasi nasional.

Sejumlah proyek masih berjalan parsial dan belum sepenuhnya terhubung dalam jaringan yang utuh.

Kini, pada era Prabowo, tantangan utamanya adalah bagaimana menggabungkan dua kekuatan tersebut, ketajaman perencanaan ala SBY dan kecepatan eksekusi ala Jokowi.

Arahan pembangunan KA di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi harus dimaknai sebagai momentum untuk mengatasi ketimpangan struktural dalam sistem transportasi nasional, khususnya dalam pengembangan angkutan umum berbasis rel.

Baca Juga:  Hadapi Cuaca ekstrem Hingga 11 Maret 2025, PLN Persero Keluarkan Peringatan Terbaru!

Jika dibandingkan dengan negara-negara ASEAN, Indonesia masih tertinggal dalam hal densitas dan konektivitas jaringan kereta api.

Thailand dan Vietnam telah memiliki jaringan rel yang lebih terhubung antar kota utama.

Malaysia bahkan telah mengembangkan integrasi antara jalur rel, pelabuhan, dan kawasan industri.

Sementara itu, Indonesia masih menghadapi fragmentasi jaringan, terutama di luar Pulau Jawa.

Ketertinggalan ini akan semakin terlihat jika dibandingkan dengan negara maju seperti Jepang dan China, yang telah menjadikan transportasi berbasis rel sebagai tulang punggung mobilitas nasional sekaligus penggerak utama pertumbuhan ekonomi.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang
Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih
Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara
KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:32 WIB

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 21 Oktober 2026 - 17:24 WIB

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara

Berita Terbaru