Menko Kumham Imipas Yusril Soroti Ancaman Perebutan SDA Global, Sebut Indonesia Bisa Jadi Incaran Negara Besar

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 25 Mei 2026 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra dalam sebuah forum nasional di Jakarta, secara blak-blakan menyebut bahwa Indonesia berpotensi menjadi target operasi militer Amerika Serikat (AS).

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra dalam sebuah forum nasional di Jakarta, secara blak-blakan menyebut bahwa Indonesia berpotensi menjadi target operasi militer Amerika Serikat (AS).

 

DN.com – Peringatan mengejutkan dilontarkan Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra. Dikutip Senin (25/5/2026).

Dalam sebuah forum nasional di Jakarta, Yusril secara blak-blakan menyebut bahwa Indonesia berpotensi menjadi target operasi militer Amerika Serikat (AS) setelah AS sebelumnya melancarkan aksinya di Venezuela dan membidik Greenland yang kaya akan sumber daya mineral.

Pernyataan itu disampaikan Yusril saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional bertajuk “Tantangan Regulasi dalam Menghadapi Gig Economy dan Artificial Intelligence” pada Selasa, 19 Mei 2026, di Jakarta.

Baca Juga:  Wamenag Tegaskan Pemindahan Wewenang Haji Selesai Tahun Ini

Di hadapan para akademisi dan praktisi hukum, Yusril menyoroti meningkatnya persaingan global dalam memperebutkan sumber energi dan mineral strategis dunia.

Menurut Yusril, AS secara agresif tengah mengamankan pasokan sumber daya alam yang krusial bagi industri masa depan.

Setelah mengintervensi Venezuela dan membidik Greenland, fokus negara adidaya itu dinilai mulai bergeser ke kawasan Asia Tenggara, dengan Indonesia sebagai salah satu sasaran potensial.

Baca Juga:  Viral Anggota Polri Pengemudi Alphard Bersujud dan Push-up Minta Maaf ke Satpam Bundaran HI, Akui Bersikap Arogan

“Target selain Greenland, negara mana? Ya ini (Indonesia) yang dikejar,” tegas Yusril dengan lantang dalam sambutannya, seperti dikutip dari video resmi seminar tersebut.

Yusril menjelaskan bahwa kekayaan alam Indonesia tidak ubahnya dengan apa yang dimiliki Venezuela dan Greenland.

Indonesia memiliki cadangan nikel, tembaga, emas, bauksit, hingga jalur pelayaran penting dunia yang menjadi perhatian negara-negara besar.

Ia justru menegaskan bahwa AS tidak berminat menyerbu tetangga dekat Indonesia seperti Singapura atau Malaysia.

Baca Juga:  Pemerintah Dorong Penerima PKH Jadi Anggota Kopdes Merah Putih untuk Capai Kemandirian Ekonomi

“Mengapa? Karena di sana tidak ada sumber daya yang mereka kejar seperti yang ada di Indonesia,” ujar Yusril.

Salah satu poin paling mencengangkan dari pernyataan Yusril adalah soal kedekatan geografis pangkalan militer AS di Guam dengan wilayah timur Indonesia.

Ia memaparkan bahwa jarak tempuh dari Guam menuju Papua hanya sekitar enam jam perjalanan dengan pesawat militer.***

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang
Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 
Gus Ipul Ungkap 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Transaksi Tembus Rp2 Miliar
Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri
Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi
Mahfud MD Soroti Prabowo yang Kini Jarang ke Luar Negeri dan Lebih Hati-Hati Berpidato
KPK Bongkar Dugaan Jual-Beli Kursi Kuliah, Kampus Lain Diminta Waspada

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang

Selasa, 8 September 2026 - 17:48 WIB

Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 

Selasa, 8 September 2026 - 17:23 WIB

Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri

Kamis, 3 September 2026 - 06:59 WIB

Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Rabu, 2 September 2026 - 19:44 WIB

Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi

Berita Terbaru