DN.com – Keterbatasan lahan di kawasan industri Cikarang dan Karawang mulai mendorong perusahaan mencari lokasi baru. Arah ekspansi kini bergeser ke wilayah Subang dan Patimban, Jawa Barat.
Head of Capital Markets & Industrial Services CBRE Indonesia, Ivana Susilo, mengatakan lahan industri di koridor timur Jakarta tersebut sudah hampir habis. Jum’at (8/5/2026).
Sisa lahan di beberapa kawasan seperti Jababeka, Sinar Mas, dan Wings juga semakin terbatas.
Hingga kuartal I 2026, penyerapan lahan industri tercatat mencapai 86 hektare.
Baca Juga:
MK Kabulkan Pencabutan Gugatan APBN 2026 Terkait Program Makan Bergizi Gratis
Sidak Dudung di Dapur MBG Jakarta: Temukan Belatung hingga Ancam Penutupan SPPG Tak Layak
ICW Laporkan Dugaan Markup Rp49,5 Miliar Sertifikasi Halal BGN ke KPK
Permintaan didominasi oleh sektor data center, gudang logistik, serta manufaktur yang membutuhkan tenaga kerja terampil.
Saat ini, tingkat keterisian kawasan industri di Jabodetabek sudah mencapai 90,8%.
Sisa lahan kosong hanya sekitar 1.400 hektare, jumlah yang sebanding dengan suplai lahan baru ke depan.
Kondisi ini ikut mendorong kenaikan harga lahan dan membatasi pengembangan proyek besar di kawasan lama.
Baca Juga:
Sidik Jari di Pintu dan Botol Obat Nyamuk Bongkar Alibi Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Paoman
Kirab Mahkota Binokasih: Menghidupkan Sejarah Sunda dan Menggerakkan Ekonomi Rakyat
Penjualan Mobil Melonjak April 2026, Tren Mobil Listrik Kian Menguat
Di sisi lain, pembangunan jalan tol dalam beberapa tahun terakhir mulai membuka peluang munculnya kawasan industri baru.
CBRE melihat akses infrastruktur ini akan mendorong pertumbuhan wilayah di luar Cikarang dan Karawang.
Subang dan Patimban menjadi dua kawasan yang diprediksi akan berkembang pesat.
Lokasinya dinilai strategis karena masih dekat dengan Jakarta dan Bandung, serta memiliki akses ke Pelabuhan Patimban yang menunjang aktivitas logistik.
Baca Juga:
Kemenag Tegaskan Nol Toleransi Kekerasan Seksual di Pesantren
Fotokopi e-KTP Berisiko Pidana, Bisa Terancam 5 Tahun Penjara dan Denda Rp5 Miliar
Polres Majalengka Bongkar Kasus Penadahan Motor Curian, Satu Tersangka Diamankan
Di Subang, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) mengembangkan kawasan Subang Smartpolitan seluas sekitar 2.700 hektare.
Sementara di Patimban, kawasan Patimban Industrial Estate (PIE) seluas 1.200 hektare tengah dipersiapkan untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Kawasan industri yang terhubung langsung dengan pelabuhan dinilai semakin diminati investor.
Selain akses logistik, perusahaan juga mempertimbangkan ketersediaan listrik, air, jaringan internet, serta pengelolaan kawasan yang baik.
Secara umum, setiap daerah memiliki keunggulan berbeda.
Jawa Barat unggul karena dekat dengan pasar utama, Jawa Tengah menawarkan biaya tenaga kerja lebih kompetitif, sedangkan Jawa Timur cocok untuk industri berat dan pasar Indonesia timur.
CBRE menilai peran pemerintah tetap penting, terutama dalam memastikan konektivitas dan kemudahan akses ke kawasan industri baru agar mampu menarik investasi lebih besar.***
Penulis : Redaksi






