Deltanusantara.com – Presiden Prabowo Subianto secara tiba-tiba memanggil Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ke Istana Kepresidenan Jakarta.
Purbaya tiba sekitar Pukul 13.00 WIB. Ia mengaku tidak tahu apa yang akan dibahas dengan Prabowo pada pertemuan itu.
“Enggak tahu, saya diundang saja ke sini. Makan-makan siang kali, kita biasa diundang untuk makan gratis,” kata Purbaya saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (30/9/2025).
Sebelumnya, Purbaya menyampaikan baru saja rapat bersama Komisi XI DPR. Ia membahas anggaran subsidi dan kompensasi untuk BUMN.
Baca Juga:
Anggaran PU Dipangkas 80%, Kebijakan Efisiensi Dinilai Ancam Proyek Infrastruktur Nasional
Dedi Mulyadi Tantang Bongkar Praktik Jual Beli Kursi SPMB 2026: “Jangan Sebar Isu, Laporkan!”
Pengadaan Motor Listrik untuk MBG Disorot, Pemerintah Pastikan Proyek Berlanjut
“Saya tadi rapat. BPS, DPR membahas itu, pencairan subsidi maupun kompensasi, dana kompensasi,” jelasnya.
Pada rapat itu, ia mengatakan harga bahan bakar minyak (BBM), tarif listrik, hingga LPG 3 kilogram (kg) masih jauh dari keekonomian.
Purbaya mencontohkan harga asli Pertalite Rp11.700 per liter. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menanggung Rp1.700 alias 15 persen dalam bentuk subsidi sehingga harga Pertalite di SPBU Pertamina hanya Rp10 ribu per liter.
“Harga jual BBM dan tarif listrik telah disesuaikan sejak 2022. Namun, belum mencapai harga keekonomian,” ungkap Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta Pusat, pada Selasa (30/9/2025).
Baca Juga:
Berani Tanpa Modal Uang, Sami’an Guncang Tradisi Mahar Politik dan Sentil Pengelolaan Tanah Ganjaran
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
“Selama ini pemerintah menanggung selisih antara harga keekonomian dan harga yang dibayar masyarakat melalui pemberian subsidi dan kompensasi, baik energi dan nonenergi,” tuturnya.***
Penulis : Gr






