Deltanusantara.com – Interchange Jalan Tol Kamal-Teluknaga-Rajeg (Kataraja) atau Gate 1 PIK2 bakal dioperasikan secara fungsional tanpa tarif mulai Kamis (9/10/2025) hingga Senin (20/10/2025) pukul 06.00 WIB-22.00 WIB.
Dikutip dari unggahan akun Instagram @agungsedayugroupofficial pada Rabu (8/10/2205), pengoperasian ruas tol tersebut akan mendukung event Wonderful Indonesia Tourism Fair (WITF) 2025 di NICE, PIK2, yang berlangsung 9-12 Oktober 2025.
Sehingga, beroperasinya ruas Tol Kataraja tersebut diharapkan akan mempersingkat waktu tempuh dari Bandara Soekarno-Hatta maupun Jakarta ke kawasan PIK2.
Baca Juga:
Tinjau Layanan SPMB, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Imbau Orang Tua Siswa Tetap Tenang
338 KPM di Desa Kalitengah Terima Bantuan Sembako, Warga Bersyukur Terbantu
Pelepasan Siswa Kelas IX MTsN 2 Subang Berlangsung Khidmat, Apresiasi Prestasi dan Kreativitas Siswa
Rute Tol Kataraja yang Dibuka
Selama periode 9-20 Oktober 2025, pengguna bisa melintasi ruas Tol Kataraja atau Gate 1 PIK2 secara gratis. Simulasi rutenya sebagai berikut:
Arah Bandara Soekarno-Hatta ke PIK2: hanya membayar tarif Tol Sedyatmo, Tol Kataraja gratis.
Arah PIK2 ke Jakarta (Tol Dalam Kota dan Tol JORR): Tol Kataraja gratis, hanya membayar tarif Tol Sedyatmo, Tol Dalam Kota, atau Tol JORR.
Baca Juga:
Bapenda Subang Menang Sengketa PBB Lawan Dua Perusahaan Pelabuhan Patimban
Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Profil Tol Kataraja
Tol Kataraja merupakan proyek yang diprakarsai oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Duta Graha Karya melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
PT Duta Graha Karya merupakan konsorsium bentukan Salim Group dan Agung Sedayu Group.
Nilai investasi proyek Tol Kataraja mencapai Rp 23,16 triliun dengan masa konsesi selama 40 tahun sejak terbitnya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
Baca Juga:
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Dikutip dari laman Kementerian PU, hingga 26 Agustus 2025, progres konstruksi Tol Kataraja Seksi 1 dari Junction (JC) Sedyatmo hingga Simpang Susun (SS) Kosambi sepanjang 6,7 km telah mencapai 90 persen dan ditargetkan selesai pada 2026.
Penyelesaian Seksi 1 menjadi prioritas untuk membuka konektivitas awal dari Bandara Soekarno–Hatta menuju kawasan utara Tangerang.
Secara keseluruhan, Jalan Tol Kataraja dirancang membentang sepanjang 38,60 km. Terhubung langsung dengan Jalan Tol Sedyatmo menuju Bandara Soekarno-Hatta, serta menjadi bagian dari koridor barat yang menghubungkan Jakarta-Merak.
Jalan Tol Kataraja memiliki delapan seksi, yakni Seksi 1 Sedyatmo-Kosambi 6,7 km, Seksi 2 Kosambi-Teluknaga 3,7 km, Seksi 3 Teluknaga-Tanjung Pasir 3,1 km, Seksi 4 Tanjung Pasir–Kohod 3,65 km.
Kemudian, Seksi 5 Kohod–Surya Bahari 5,15 km, Seksi 6 Surya Bahari–Pakuhaji 5,5 km, Seksi 7 Pakuhaji–Mauk 5,1 km, dan Seksi 8 Mauk–Rajeg 5,7 km.
Kehadiran Jalan Tol Kataraja diharapkan tidak hanya untuk memperlancar arus lalu lintas Banten-DKI Jakarta, tetapi juga menopang pertumbuhan ekonomi wilayah.
Selain itu, akan menjadi jalur alternatif menuju Bandara Soekarno-Hatta, mengurangi beban jalan tol dalam kota, serta memperkuat konektivitas di kawasan metropolitan Jabodetabek.***
Penulis : Gr






