DN.com – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dibuat terkejut setelah mendengar langsung keluhan warga terkait tingginya harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dalam dialog terbuka, warga mengaku harus membeli Pertalite dengan harga mencapai Rp25 ribu per liter.
Peristiwa tersebut terjadi saat Gibran melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, NTT. Minggu (24/5/2026).
Baca Juga:
Euforia Persib Juara, Dedi Mulyadi Turun ke Jalan hingga Umumkan Bonus Rp1 Miliar
Diduga Intimidasi Kuasa Hukum dan Anak di Bawah Umur, Oknum Polisi di Lamongan Disorot
Modus SPPG Palsu, Polisi Tangkap Tersangka Penipuan Rp1,9 Miliar di Bandung
Dalam agenda itu, ia berdialog langsung dengan masyarakat guna menyerap berbagai persoalan yang dihadapi warga sehari-hari.
“Kalau beli BBM, khususnya Pertalite, sekarang harganya berapa per liter?” tanya Gibran kepada warga.
Warga pun serempak menjawab bahwa harga Pertalite di daerah mereka bisa mencapai Rp25 ribu per liter.
Jawaban itu langsung menjadi sorotan, mengingat harga tersebut jauh melampaui harga resmi yang ditetapkan pemerintah.
Baca Juga:
Dirjen SDA Jadi Tersangka, Diduga Terima Suap Rp2 Miliar dan Mobil Mewah
Wajah Cicadas Usai Ditertibkan, Dedi Mulyadi Tegas Soal PKL: Tak Ada Ganti Rugi, Fokus Penataan Kota
Dirjen Bea Cukai Diduga Terima Suap Rp2,9 Miliar, Menkeu Tunggu Putusan Pengadilan
Selain persoalan BBM, warga juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan gas LPG bersubsidi.
Kondisi tersebut memaksa sebagian masyarakat kembali menggunakan minyak tanah hingga kayu bakar untuk memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari.
Menanggapi keluhan tersebut, Gibran menegaskan akan segera berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan PT Pertamina (Persero), guna mencari solusi atas persoalan distribusi energi di wilayah tersebut.
“Jadi masalah utamanya BBM, ya. Setelah ini kami akan segera berkoordinasi dengan Kementerian ESDM dan Pertamina,” ujarnya.
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Tegaskan Penertiban PKL Demi Hak Pejalan Kaki dan Ketertiban Kota Bandung
Bahlil Minta KKKS dan Pertamina Serap Cepat Minyak Sumur Rakyat untuk Dongkrak Lifting Nasional
Fantastis! Belanja Program MBG Capai Rp75 Triliun per April 2026
Sementara itu, pihak PT Pertamina (Persero) memberikan klarifikasi terkait informasi harga Pertalite yang disebut mencapai Rp25 ribu per liter.
Pertamina menegaskan bahwa harga resmi Pertalite di seluruh SPBU tetap mengacu pada ketetapan pemerintah, yakni Rp10 ribu per liter.
Juru Bicara Pertamina, Muhammad Baron, menyampaikan bahwa pengawasan harga di jaringan penyalur resmi dilakukan secara ketat.
“Pertamina menjual BBM dan LPG di jaringan penyalur resmi, dan harga di SPBU Pertamina tetap mengacu pada ketetapan pemerintah,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Selain itu, Pertamina memastikan stok BBM dan LPG subsidi di wilayah NTT dalam kondisi aman, sesuai kuota yang ditetapkan pemerintah melalui BPH Migas.
Pertamina juga menegaskan komitmennya dalam mendukung upaya pemerintah memperluas akses energi hingga ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Hingga kini, penyebab pasti tingginya harga Pertalite di tingkat masyarakat belum dapat dipastikan.
Namun, dugaan sementara mengarah pada terbatasnya distribusi serta praktik penjualan eceran di wilayah pelosok yang belum terjangkau SPBU resmi.***
Penulis : Redaksi






