DN.com – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan penyesuaian pola distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bentuk dukungan terhadap kebijakan efisiensi anggaran pemerintah. Dikutip Sabtu (30/5/2026).
Penyesuaian ini ditegaskan tidak akan mengurangi kualitas layanan maupun nilai pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menjelaskan bahwa perubahan dilakukan dengan mengurangi frekuensi distribusi dari enam hari menjadi lima hari dalam satu minggu. Kebijakan ini disesuaikan dengan hari aktif kegiatan belajar mengajar di sekolah.
Baca Juga:
TNI Gagalkan Penyelundupan 25 Kontainer Mineral Radioaktif di Batam, Nilainya Capai Triliunan
Terminal Cicaheum Resmi Ditutup, Kini Beralih Fungsi Jadi Depo BRT
Gaji Pencuci Piring MBG Tembus Rp3,5 Juta, Guru Honorer Masih Rp800 Ribu
“Kami mendukung kebijakan efisiensi anggaran. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengubah pola distribusi MBG dari enam hari menjadi lima hari,” ujar Sony.
Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan agar distribusi bantuan menjadi lebih efektif, tepat sasaran, serta sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
Ke depan, penyaluran MBG akan difokuskan hanya pada hari ketika peserta didik berada di sekolah. “Konsepnya, MBG diberikan saat siswa mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Jika siswa libur atau berada di luar sekolah, maka tidak ada distribusi MBG,” jelasnya.
Selain itu, BGN juga menghentikan sistem bundling makanan yang sebelumnya diterapkan saat terdapat hari libur di tengah pekan.
Baca Juga:
Pelemahan Rupiah Picu Perdebatan, Pemerintah dan Ekonom Beda Analisis
Idul Adha 1447 H, Polda Jabar Sembelih 160 Hewan Kurban, Perkuat Kepedulian Sosial ke Masyarakat
Golkar Desak Dana MBG Tak Ganggu Anggaran Pendidikan, Mekeng Siap Surati Presiden Prabowo
Dalam skema lama, makanan untuk hari libur dibagikan lebih awal dalam bentuk paket untuk dibawa pulang oleh siswa.
“Jika sebelumnya ada bundling, misalnya saat Rabu dan Kamis libur, maka makanan untuk hari tersebut dibagikan lebih awal pada hari Selasa. Kini skema tersebut sudah tidak digunakan lagi,” kata Sony. pada Jum’at (29/5).
Sony menegaskan bahwa langkah efisiensi ini tidak berdampak pada pengurangan nilai bantuan maupun kualitas makanan yang diterima siswa.
Penyesuaian hanya dilakukan pada aspek tata kelola dan pola distribusi agar anggaran negara dapat dimanfaatkan lebih optimal.
Baca Juga:
Polisi Ungkap Penipuan Penjualan Titik SPPG di Jabar, Kerugian Capai Rp1,9 Miliar
Fakta Persidangan Terungkap: Bukti CCTV dan Temuan INAFIS Perkuat Peran Terdakwa dalam Kasus Paoman
“Tidak ada pengurangan nilai bantuan. Yang dilakukan adalah penyesuaian distribusi agar lebih efektif dan efisien,” tegasnya.
BGN menilai kebijakan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola operasional Program MBG secara nasional, sekaligus memastikan distribusi berjalan sesuai kebutuhan penerima manfaat.
Melalui langkah ini, diharapkan distribusi makanan menjadi lebih tepat guna, mengurangi potensi pemborosan, serta menjaga kualitas makanan tetap optimal saat diterima oleh peserta didik.
BGN memastikan seluruh penyesuaian operasional Program MBG tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan layanan gizi, akuntabilitas program, serta optimalisasi manfaat bagi masyarakat.***
Penulis : Redaksi
Sumber Berita : Biro Hukum dan Humas BGN






