Badan Gizi Nasional Tutup Pendaftaran Mitra SPPG, Target 30.000 SPPG Tercapai

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 2 Desember 2025 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa saat ini sebanyak 16.503 unit SPPG telah beroperasi, sementara 14.740 SPPG lainnya sedang dalam proses persiapan.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa saat ini sebanyak 16.503 unit SPPG telah beroperasi, sementara 14.740 SPPG lainnya sedang dalam proses persiapan.

 

Deltanusantara.com – Badan Gizi Nasional (BGN) telah menutup permanen pendaftaran calon mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah mencapai target pembangunan 30.000 SPPG di seluruh Indonesia. Selasa (02/12/2025).

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menyatakan bahwa saat ini sebanyak 16.503 unit SPPG telah beroperasi, sementara 14.740 SPPG lainnya sedang dalam proses persiapan.

Dadan menjelaskan bahwa penutupan pendaftaran ini dilakukan karena target pembangunan SPPG telah tercapai. “Jadi total sudah ada sekitar 30.000 mitra, baik yang sudah operasional maupun dalam proses persiapan. Dan oleh sebab itu portalnya kami tutup permanen,” katanya.

Baca Juga:  Tanggapi Statement Jaksa Agung, Pelaku Korupsi Harus di Hukum Mati, ICW Menolak, Itu Melanggar HAM!

Pada akhir Desember, BGN menargetkan sekitar 20.000 SPPG beroperasi di daerah aglomerasi dan 4.700 SPPG di daerah terpencil, yang berarti ada penambahan sekitar 3.500 SPPG yang operasional dalam sebulan.

Dengan demikian, total SPPG yang beroperasi akan mencapai 24.700 unit, yang dapat melayani minimal 60 juta penerima manfaat dari target 82,9 juta.

Baca Juga:  Sejarah Penghulu di Indonesia: Dari Masa Kesultanan Demak hingga Kementerian Agama

Dadan menilai bahwa penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia terbilang cepat, terutama jika dibandingkan dengan Brazil yang membutuhkan 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima.

“Brazil itu 40 juta butuh 11 tahun, kita cukup 11 bulan saja. Dan dengan 47 juta yang sudah kami berikan manfaat.

Itu artinya seluruh penduduk Malaysia dan seluruh penduduk Singapura, terutama seluruh penduduk Brunei Darussalam yang kami beri makan,” imbuh Dadan.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang
Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 
Gus Ipul Ungkap 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Transaksi Tembus Rp2 Miliar
Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri
Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi
Mahfud MD Soroti Prabowo yang Kini Jarang ke Luar Negeri dan Lebih Hati-Hati Berpidato
KPK Bongkar Dugaan Jual-Beli Kursi Kuliah, Kampus Lain Diminta Waspada

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang

Selasa, 8 September 2026 - 17:48 WIB

Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 

Selasa, 8 September 2026 - 17:23 WIB

Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri

Kamis, 3 September 2026 - 06:59 WIB

Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Rabu, 2 September 2026 - 19:44 WIB

Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi

Berita Terbaru