Apakah Koperasi Merah Putih Bisa Meniru Sukses Koperasi Cerdas?

- Jurnalis

Rabu, 24 Desember 2025 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Gedung Koperasi Merah Putih.

Ilustrasi. Gedung Koperasi Merah Putih.

 

Deltanusantara.com – Program Koperasi Cerdas 2021‑2023 diluncurkan oleh pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Pada masa itu, Menteri Koperasi dan UKM, dijabat Budi Arie Setiadi, yang menegaskan empat kiat utama bagi para penggerak koperasi. Rabu (24/12/2025).

1. Pengembangan sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas.

2. Digitalisasi untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi.

3. Pendampingan intensif melalui mentoring dan pelatihan terstruktur.

4. Pendekatan zona yang menyesuaikan program dengan kondisi tiap provinsi.

Program ini melibatkan seluruh 34 provinsi dan 350 koperasi peserta. Hasilnya terukur omzet rata‑rata naik 22 %, kasus fraud menurun 68 %, serta indeks transparansi meningkat dari 0,58 menjadi 0,78 (skala 0‑1).

Sementara Pendiri program Koperasi Merah Putih (KOPDES) secara nasional adalah Presiden Prabowo Subianto, melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025, untuk membentuk 70.000 hingga 80.000 koperasi di tingkat desa/kelurahan.

Bertujuan guna mengentaskan kemiskinan dan menggerakkan ekonomi lokal, dengan peluncuran resminya pada 21 Juli 2025, walau pembentukannya di tiap desa/kelurahan melibatkan tokoh lokal dan perangkat desa.

Koperasi Merah Putih kini sebagai pilar ekonomi rakyat. Agar dapat meniru pencapaian Koperasi Cerdas, diperlukan tiga pilar utama:

1. Integritas & Kredibilitas Pengelola – seleksi ketat, audit reguler, dan rotasi jabatan untuk mencegah penyalahgunaan.

2. Dukung Pemerintah yang Cerdas  – alokasi dana pelatihan, subsidi teknologi, serta regulasi yang jelas dan konsisten.

3. Digitalisasi Transparan – adopsi platform akuntansi terpusat seperti “KoperasiKu” untuk pencatatan real‑time.

4. Pendekatan Zona – modul pelatihan disesuaikan dengan karakteristik ekonomi dan sosial masing‑masing provinsi.

Jika keempat elemen tersebut diimplementasikan dengan konsisten, Koperasi Merah Putih berpeluang besar mengikuti jejak Koperasi Cerdas yang bisa meningkatkan kesejahteraan anggota, memperluas pasar, dan memberikan kontribusi signifikan bagi PDB sektor koperasi.

Data di atas bersumber dari laporan Kementerian Koperasi dan UKM serta evaluasi independen program Koperasi Cerdas 2021‑2023.***

Penulis : Gr

Berita Terkait

Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif
Gempa M 7,7 Picu Tsunami, BMKG Catat Gelombang Masuk Daratan di Sejumlah Wilayah Timur Indonesia
As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan
Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN
Panglima TNI Setujui Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Siap Fokus di BGN
Disorot karena Lokasi Terpencil, BPKP dan TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Kendal
BGN Batasi Dapur MBG Maksimal 6 per Kecamatan, Alihkan Fokus ke Efisiensi dan Kualitas Layanan
KPK Periksa Japto Soerjosoemarno Terkait Kasus Gratifikasi Rita Widyasari, Diduga Terima Uang Bulanan

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:59 WIB

Uji Materi di MK, Pemohon Minta Kata “Aparat” dalam KUHP-KUHAP Dihapus karena Dinilai Diskriminatif

Senin, 8 Juni 2026 - 15:55 WIB

As SDM Kapolri Tegaskan Seleksi Akpol 2026 Bersih, Tanpa Jalur Titipan

Senin, 8 Juni 2026 - 15:45 WIB

Skandal MBG Terbongkar: Rp1,03 Triliun Motor Listrik Fiktif, Kejagung Bongkar Dugaan Korupsi di BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 11:53 WIB

Panglima TNI Setujui Pengunduran Diri Mayjen Trenggono, Siap Fokus di BGN

Senin, 8 Juni 2026 - 11:31 WIB

Disorot karena Lokasi Terpencil, BPKP dan TNI Tinjau Koperasi Merah Putih di Kendal

Berita Terbaru