Prabowo Bahas Koperasi Desa Merah Putih dan MBG, Pemerintah Targetkan Benahi Kendala dalam Sebulan

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas).

 

DN.com – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas membahas perkembangan Koperasi Desa Merah Putih dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (15/7/2026).

Rapat yang berlangsung sejak pukul 16.00 WIB hingga sekitar 20.00 WIB itu menghasilkan sejumlah keputusan strategis terkait percepatan pelaksanaan kedua program prioritas pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan pembahasan rapat difokuskan pada dua agenda utama, yakni program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih.

Baca Juga:  Prabowo Lantik Enam Pejabat Negara di Istana Negara, Dari Menteri hingga Penasihat Presiden

“Khusus tadi kami membahas mengenai MBG, kemudian Koperasi Desa Merah Putih,” ujar Zulhas kepada awak media usai rapat.

Zulhas menegaskan, Koperasi Desa Merah Putih bukan akan difungsikan sebagai ritel atau pasar swalayan.

Sebaliknya, koperasi tersebut akan menjadi infrastruktur penyaluran berbagai bantuan pemerintah kepada masyarakat.

“Seluruh bantuan sosial maupun barang-barang bersubsidi nantinya akan disalurkan melalui Koperasi Desa Merah Putih. Itu sudah menjadi keputusan rapat,” jelasnya Dikutip Kamis (16/7).

Baca Juga:  Presiden Prabowo Subianto Memberikan Pengarahan Kepada Ribuan Guru dan Kepala Sekolah Rakyat

Selain menjadi pusat distribusi bantuan, koperasi juga akan berperan sebagai offtaker atau pembeli hasil pertanian masyarakat apabila harga komoditas, seperti gabah dan jagung, jatuh di bawah harga yang telah ditetapkan pemerintah.

“Dengan demikian, koperasi dapat menyerap hasil produksi petani sesuai harga acuan pemerintah sehingga mampu menjaga stabilitas pendapatan masyarakat,” kata Zulhas.

Sementara itu, terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah menargetkan penyelesaian berbagai persoalan dan hambatan pelaksanaan dalam waktu satu bulan.

Baca Juga:  Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 

“Kami meminta waktu satu bulan untuk merapikan dan menyelesaikan berbagai kendala. Setelah itu, langkah selanjutnya akan kami laporkan kepada Bapak Presiden untuk mendapatkan arahan dan keputusan,” ujarnya.

Menurut Zulhas, salah satu kendala yang masih dihadapi adalah masih adanya wilayah yang telah memenuhi syarat menerima program MBG, namun belum memiliki Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).***

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang
Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 
Gus Ipul Ungkap 1.900 Pegawai Kemensos Terindikasi Judi Online, Transaksi Tembus Rp2 Miliar
Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri
Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG
Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi
Mahfud MD Soroti Prabowo yang Kini Jarang ke Luar Negeri dan Lebih Hati-Hati Berpidato
KPK Bongkar Dugaan Jual-Beli Kursi Kuliah, Kampus Lain Diminta Waspada

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 15:30 WIB

Komisi III DPR Pastikan RUU Perampasan Aset Tak Jadi Celah Aparat Bertindak Sewenang-wenang

Selasa, 8 September 2026 - 17:48 WIB

Prabowo Minta Warga Indonesia Siapkan Rekening Bank, BRI dan BSI 

Selasa, 8 September 2026 - 17:23 WIB

Kejagung Ungkap Lodewyk Pusung Teken MoU 500 Dapur SPPG Mandiri

Kamis, 3 September 2026 - 06:59 WIB

Kejagung Periksa 7 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Program MBG

Rabu, 2 September 2026 - 19:44 WIB

Ketua Komisi III DPR: RUU Perampasan Aset Tak Hanya Sasar Korupsi

Berita Terbaru