Deltanusantara.com – Penjabat Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mendampingi Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dalam kunjungan kerjanya ke Industri Hilir Teh PTPN VIII di Panyileukan, Kota Bandung. Selasa 24 Desember 2024.
Pada kesempatan itu, Mendag Budi Santoso mengapresiasi Industri Hilir Teh Walini PTPN VIII sebagai salah satu produsen teh terbesar di Indonesia yang berhasil menembus pasar internasional.
Untuk di ketahui bahwa, produk teh berkualitas Walini sudah dikirim ke sejumlah negara di Benua Amerika, Eropa, Australia dan Asia.
Dengan volume direct export teh di tahun 2024 kurang lebih 9.200 ton (Bulky 8.500 ton, Blend IHT 649 ton, Walini Retail Brand 3.414 MC).
Baca Juga:
Dedi Mulyadi Benahi Bandung: Target Kota Bersih, Terang, dan Bebas Macet
Polres Garut Bongkar Peredaran Sabu 197,8 Gram, Seorang Kurir Diamankan
Sumedang Berbenah di Usia 448 Tahun, Fokus Kesejahteraan dan Pembangunan Berkelanjutan
Sementara sejumlah merek dagang yang populer yang merupakan produk dari Industri Hilir Teh PTPN VIII antara lain Teh Walini, Goalpara, dan Gunungmas.
“PTPN bagus, tidak hanya mengejar pasar dalam negeri, tetapi juga mengejar pasar ekspor,” ucap Budi Santoso. Pada Senin 23 Desember 2024.
“Kita mempunyai daya saing, kebun, kemudian bisa memproduksi sehingga jangan sampai kita tidak bisa ekspor, dan tentunya juga bisa memenuhi standar,”tuturnya.
Budi menyebut, pihaknya senantiasa mendukung produk dalam negeri go international melalui perwakilan Indonesia di luar negeri, seperti atase-atase dan unsur perwakilan lainnya untuk terus mempromosikan produk-produk unggulan asli Indonesia.
Baca Juga:
KPK Usulkan Reformasi Partai Politik: Ketua Umum Dibatasi Dua Periode, Pencalonan Wajib dari Kader
Pemerintah Matangkan Harga B50, Siap Berlaku Juli 2026
Mendagri Instruksikan Pembebasan Pajak Kendaraan Listrik, Gubernur Diminta Segera Tindaklanjuti
“Setiap bulan nanti ada business matching dengan perwakilan kita di luar negeri sehingga kita lebih mudah penetrasi pasar di negara lain,” ungkapnya.
Ia juga mendorong setiap pelaku usaha terus menjaga kualitas produknya karena itulah satu-satunya cara untuk terus bersaing di pasaran.
“PTPN selama ini juga sudah membuat standar yang sesuai dengan permintaan dari negara yang dituju. Jadi selamat kepada PTPN, mudah-mudahan kita tidak cuma merajai di dalam negeri, tetapi juga global. Jangan sampai kalah dengan teh yang lain,” ujar Budi.***
Baca Juga:
Bupati Sumedang Tegaskan Penataan Kabel Semrawut, Sumedang Targetkan Jadi Percontohan Nasional
Saldo Kas Pemprov Jabar Tembus Rp110,6 Miliar, Pajak Kendaraan Dominasi Penerimaan
Desa Cigadog Wakili Kecamatan Cisalak dalam Lomba Perpustakaan Tingkat Kabupaten Subang
Simak artikel selanjutnya di Google News
deltanusantara.com
Editor : Gerry
Sumber Berita : jabarprov






