Subsidi CNG 3 Kg Diklaim Lebih Efisien, Hemat 30 – 40 Persen Dibanding LPG

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan persiapan infrastruktur dan aspek keamanan tabung CNG 3 kg telah memasuki tahap akhir.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan persiapan infrastruktur dan aspek keamanan tabung CNG 3 kg telah memasuki tahap akhir.

 

DN.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan skema subsidi untuk Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) dinilai jauh lebih efisien dibandingkan subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, subsidi tetap diberikan untuk CNG 3 kg agar harga jualnya tetap kompetitif bagi masyarakat.

Namun, besaran subsidi tersebut diperkirakan dapat menghemat anggaran hingga 30-40 persen dibandingkan subsidi LPG 3 kg.

“Beliau (Menteri ESDM Bahlil Lahadalia) menyampaikan bahwa itu disubsidi, tetapi subsidinya menghemat 30 sampai 40 persen.

Baca Juga:  Kemenag Susun Pedoman Safeguarding Pesantren Ramah Anak, Perlindungan Santri Jadi Prioritas

Artinya, subsidinya masih lebih rendah dari subsidi LPG. Begitu maksudnya,” kata Laode.

Pemerintah juga berencana menyetarakan kapasitas penggunaan satu tabung CNG dengan satu tabung LPG 3 kg.

Langkah tersebut diharapkan membuat masyarakat tetap mendapatkan manfaat energi dengan pola konsumsi yang relatif sama.

“Iya setara 3 kilo. Satu tabung LPG 3 kilo itu nanti dibuat sama dengan satu tabung CNG setara 3 kilogram LPG,” ujar Laode.

Uji Coba CNG 3 Kg Segera Dilakukan

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan persiapan infrastruktur dan aspek keamanan tabung CNG 3 kg telah memasuki tahap akhir.

Baca Juga:  Mendagri Tito Minta Pemda Efisiensi Anggaran demi Bayar Gaji PPPK, Larang Pegawai Dirumahkan

Pemerintah dijadwalkan melakukan uji coba kepada masyarakat sebelum produk tersebut dikomersialisasikan secara luas.

“Uji coba nanti minggu depan. Kita cek ya,” kata Bahlil.

Sebelumnya, Bahlil mengungkapkan bahwa tabung CNG 3 kg saat ini masih menjalani pengujian akhir oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).

Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan tabung dan perangkat pendukungnya aman digunakan masyarakat.

“Saya baru tiga hari lalu dipresentasikan hasil tabung (CNG) 3 kilogram dan valve-nya. Sekarang Lemigas lagi uji yang terakhir,” kata Bahlil.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, hanya tersisa satu tahapan pengujian, yakni uji ketahanan tabung terhadap kondisi ekstrem melalui paparan panas atau yang disebut uji tembak.

Baca Juga:  Kejagung Geledah Kantor BGN di Kebon Sirih, Dijaga TNI Usai Pencopotan Kepala Badan BGN

“Dari hasil yang saya terima, tinggal uji tembak saja yang belum. Itu diuji dengan pembakaran, panasnya sampai sekitar 850 derajat Celsius,” ujarnya.

Bahlil menambahkan, pengujian tersebut dilakukan di Indonesia maupun China.

Ia berharap seluruh proses pengujian dapat berjalan baik sehingga CNG 3 kg dapat segera digunakan masyarakat sebagai alternatif energi yang lebih efisien.

“Doakan saja ya. Doakan yang terbaik untuk Ibu Pertiwi tercinta,” kata Bahlil.***

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang
Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Presiden Apresiasi Kinerja Kabinet Merah Putih
Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI
Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara
KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas
Jangan Salah Pilih! Ini 5 Ciri Calon Kepala Desa yang Layak Dipercaya
Seleksi Calon Hakim MA 2026 Dibuka, Simak Syarat Usia, TOEFL hingga Kuota Khusus Papua dan Aceh

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:32 WIB

PPPK Usia 35 Tahun ke Atas Minta Kesempatan Tes PNS, FOKAP: Asal Diberi Peluang

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Prabowo Siapkan Penghematan Besar-besaran Lagi, Menkeu: Demi Kesejahteraan Rakyat

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:12 WIB

Pemerintah Uji Coba MBG Prasmanan di 66 SPPG, Pengawasan Dapur Diperketat dengan AI

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Prabowo Reshuffle Kabinet Merah Putih, Lantik Tujuh Pejabat Baru di Istana Negara

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:44 WIB

KPK Tetapkan Tersangka Kasus OTT Dana Kebencanaan BNPB, Sita Uang Rp1,4 Miliar dan Emas

Berita Terbaru