DN.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan skema subsidi untuk Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) dinilai jauh lebih efisien dibandingkan subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman mengatakan, subsidi tetap diberikan untuk CNG 3 kg agar harga jualnya tetap kompetitif bagi masyarakat.
Namun, besaran subsidi tersebut diperkirakan dapat menghemat anggaran hingga 30-40 persen dibandingkan subsidi LPG 3 kg.
“Beliau (Menteri ESDM Bahlil Lahadalia) menyampaikan bahwa itu disubsidi, tetapi subsidinya menghemat 30 sampai 40 persen.
Artinya, subsidinya masih lebih rendah dari subsidi LPG. Begitu maksudnya,” kata Laode.
Pemerintah juga berencana menyetarakan kapasitas penggunaan satu tabung CNG dengan satu tabung LPG 3 kg.
Langkah tersebut diharapkan membuat masyarakat tetap mendapatkan manfaat energi dengan pola konsumsi yang relatif sama.
“Iya setara 3 kilo. Satu tabung LPG 3 kilo itu nanti dibuat sama dengan satu tabung CNG setara 3 kilogram LPG,” ujar Laode.
Uji Coba CNG 3 Kg Segera Dilakukan
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan persiapan infrastruktur dan aspek keamanan tabung CNG 3 kg telah memasuki tahap akhir.
Pemerintah dijadwalkan melakukan uji coba kepada masyarakat sebelum produk tersebut dikomersialisasikan secara luas.
“Uji coba nanti minggu depan. Kita cek ya,” kata Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil mengungkapkan bahwa tabung CNG 3 kg saat ini masih menjalani pengujian akhir oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas).
Pengujian tersebut dilakukan untuk memastikan tabung dan perangkat pendukungnya aman digunakan masyarakat.
“Saya baru tiga hari lalu dipresentasikan hasil tabung (CNG) 3 kilogram dan valve-nya. Sekarang Lemigas lagi uji yang terakhir,” kata Bahlil.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, hanya tersisa satu tahapan pengujian, yakni uji ketahanan tabung terhadap kondisi ekstrem melalui paparan panas atau yang disebut uji tembak.
“Dari hasil yang saya terima, tinggal uji tembak saja yang belum. Itu diuji dengan pembakaran, panasnya sampai sekitar 850 derajat Celsius,” ujarnya.
Bahlil menambahkan, pengujian tersebut dilakukan di Indonesia maupun China.
Ia berharap seluruh proses pengujian dapat berjalan baik sehingga CNG 3 kg dapat segera digunakan masyarakat sebagai alternatif energi yang lebih efisien.
“Doakan saja ya. Doakan yang terbaik untuk Ibu Pertiwi tercinta,” kata Bahlil.***
Penulis : Redaksi