DN.com – Organisasi kemasyarakatan (ormas) Irsyadul Madani Indonesia (IMI) resmi dideklarasikan di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).
IMI mengusung semangat “Merangkul Jiwa, Membangun Insan, Menghidupkan Peradaban” dengan fokus pada pembinaan dan pemberdayaan masyarakat untuk mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Sejumlah tokoh terlibat dalam deklarasi dan kepengurusan awal IMI, di antaranya Ir Yadi Mulyadi, Ki Dalang Yoga Dede Amung Sutarya, Samsahril A Arrasid, Yuni Widiawati SIP MIP, Rama Pratama Putra ST dan KH Ziki Abdul Halim.
Sekretaris Jenderal IMI, Yuni Widiawati SIP MIP, mengatakan organisasi tersebut lahir dari keprihatinan terhadap berbagai persoalan bangsa, terutama terkait integritas, kesadaran hukum, pendidikan, kehidupan sosial dan ketahanan keluarga.
“Persoalan bangsa tidak cukup diselesaikan melalui aturan dan regulasi. Diperlukan pembinaan manusia secara berkelanjutan agar nilai integritas, tanggung jawab dan kepedulian sosial tumbuh di masyarakat,” ujar Yuni.
Sementara itu, Ketua Harian IMI, Ir Yadi Mulyadi, mengatakan IMI digagas oleh M. Ijudin Rahmat, SH, SHi, MH dan Dede Adriansyah, S.IP.
Menurut Yadi, nama Irsyadul Madani bermakna bimbingan dan pengarahan menuju kebaikan serta kemaslahatan, sedangkan Madani menggambarkan masyarakat yang berkeadaban, berkemajuan dan bermartabat.
“IMI tidak lahir untuk menjadi ormas yang sekadar ramai secara seremonial. IMI ingin menjadi gerakan pembinaan manusia yang fokus pada merangkul jiwa, membangun insan dan menghidupkan peradaban,” katanya.
Untuk menjalankan gerakannya, IMI menyiapkan sejumlah program yang mencakup pembinaan akhlak dan spiritualitas, pendidikan dan kaderisasi, ketahanan keluarga, pemberdayaan ekonomi dan UMKM, kegiatan sosial, reintegrasi sosial serta literasi digital.
IMI juga mencanangkan grand design gerakan 2026 – 2045 dengan tahapan pembangunan fondasi, ekspansi, konsolidasi hingga transformasi peradaban.
Ketua Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) IMI, Saca, mengajak seluruh elemen masyarakat ikut berkontribusi dalam gerakan tersebut.
“Jika manusianya baik, maka bangsanya akan baik. Jika manusianya berkeadaban, maka peradabannya akan maju,” ujarnya.
IMI menegaskan komitmennya untuk berkontribusi dalam membangun sumber daya manusia yang beriman, berakhlak, berilmu, mandiri, produktif, berkeadaban dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.***
Penulis : Moh Asep
Editor : Redaksi