Zulhas Prioritaskan Program MBG untuk Pesantren dan Wilayah 3T, Dapur Pondok Bakal Dimanfaatkan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 27 Juli 2026 - 07:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Program MBG, Zulhas dahulukan pesantren, sekolah agama, dan wilayah 3T.

Program MBG, Zulhas dahulukan pesantren, sekolah agama, dan wilayah 3T.

DN.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan, memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diprioritaskan bagi pondok pesantren, sekolah berbasis agama, serta wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T ). Senin (27/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat menghadiri hari kedua Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, pada Sabtu (25/7/2026), sebagaimana dikutip dari MUI Digital.

“Saya bikin dua tahap MBG. Satu bulan pertama, yang akan diprioritaskan adalah wilayah 3T dan sekolah berbasis agama, pondok-pondok.

Ini sedang kami matangkan. Dalam satu sampai dua minggu ini, minggu ketiga saya akan paparkan kepada Bapak Presiden. Kalau disetujui, langsung berlaku,” ujar Zulhas.

Baca Juga:  MBG "Menggerus" Anggaran Pendidikan: Guru dan Siswa Terancam 

Ia menjelaskan, pemerintah tengah menyusun skema khusus agar pondok pesantren tidak perlu membangun dapur baru.

Sebaliknya, dapur yang telah tersedia di lingkungan pesantren maupun sekolah berbasis agama akan dimanfaatkan sehingga pelaksanaan program dapat berjalan lebih cepat dan efisien.

“Jadi pondok, sekolah-sekolah Islam tidak usah bikin dapur. Dapurnya di sekolah saja, di pondok saja agar ada percepatan.

Tinggal pengawasannya supaya tetap sehat dan memenuhi standar,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga akan menata sekitar 8.000 titik layanan MBG baru di Pulau Jawa.

Proses tersebut diperkirakan memakan waktu sekitar dua bulan karena harus diawali dengan pendataan jumlah penerima manfaat secara menyeluruh.

Baca Juga:  Program MBG Putar Ekonomi Daerah, Satu SPPG Kelola Rp1 Miliar per Bulan

Menurut Zulhas, pendataan diperlukan agar distribusi MBG lebih tepat sasaran. Selama ini, terdapat sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mencari peserta didik sendiri sehingga memicu tumpang tindih dan perebutan sasaran layanan.

“Karena itu kami bentuk tim bersama Kementerian Pendidikan dan kementerian terkait untuk mendata jumlah murid secara akurat,” jelasnya.

Melalui pendataan tersebut, sekolah yang dinilai belum membutuhkan layanan MBG akan dievaluasi sehingga alokasi anggaran dapat dialihkan kepada sekolah lain yang lebih membutuhkan.

Zulhas juga menegaskan pemerintah tidak ingin masyarakat yang telah berinvestasi dalam pembangunan fasilitas pendukung MBG mengalami kerugian akibat penyesuaian kebijakan.

Baca Juga:  Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Diprediksi 29 Maret, Jasa Marga Perkirakan 250 Ribu Kendaraan

“Saya tidak mau masyarakat yang sudah ditunjuk dirugikan. Mereka yang sudah berutang ke bank, sudah bekerja, dan sudah membangun fasilitas jangan sampai dirugikan. Formulasinya sedang kami siapkan,” tegasnya.

Ia menargetkan skema percepatan pelaksanaan MBG untuk pondok pesantren dan wilayah 3T dapat diselesaikan dalam waktu satu bulan.

Sementara itu, penyempurnaan penataan titik layanan MBG secara nasional ditargetkan rampung paling lambat dua bulan.

“Yang berbasis agama dan yang 3T saya akan selesaikan satu bulan. Yang detail tadi paling lama dua bulan. Mudah-mudahan bisa lebih cepat,” tandas Zulhas.***

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Viral Anggota Polri Pengemudi Alphard Bersujud dan Push-up Minta Maaf ke Satpam Bundaran HI, Akui Bersikap Arogan
Prabowo Lantik Pimpinan Universitas Republik Indonesia, Siapkan Kampus Pencetak Calon Pemimpin Bangsa
Menkeu Bertemu Kepala BGN Pekan Depan, Bahas Efisiensi Anggaran Program MBG
KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anggota DPR dalam Kasus Dugaan Suap Dana Hibah Pokmas Jatim
Prabowo Rombak Struktur BGN, Lima Pejabat Eselon I Resmi Dilantik Perkuat Program MBG
Prabowo Resmi Tetapkan Asep Nana Mulyana sebagai Wakil Jaksa Agung Lewat Keppres
Istana Jelaskan Alasan Prabowo dan Gibran Tak Duduk Berdampingan di Sidang Kabinet Paripurna
Kepala BGN Nanik S. Deyang Mundur, Fokus Berobat Penyakit Jantung atas Restu Presiden Prabowo

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 08:09 WIB

Viral Anggota Polri Pengemudi Alphard Bersujud dan Push-up Minta Maaf ke Satpam Bundaran HI, Akui Bersikap Arogan

Senin, 27 Juli 2026 - 07:09 WIB

Zulhas Prioritaskan Program MBG untuk Pesantren dan Wilayah 3T, Dapur Pondok Bakal Dimanfaatkan

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:47 WIB

Prabowo Lantik Pimpinan Universitas Republik Indonesia, Siapkan Kampus Pencetak Calon Pemimpin Bangsa

Jumat, 24 Juli 2026 - 16:26 WIB

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anggota DPR dalam Kasus Dugaan Suap Dana Hibah Pokmas Jatim

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:18 WIB

Prabowo Rombak Struktur BGN, Lima Pejabat Eselon I Resmi Dilantik Perkuat Program MBG

Berita Terbaru